PLN Incar Tambahan 3,1 Juta Pelanggan

Dokumen Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019—2028 menyebutkan, PT PLN (persero) akan melakukan penambahan pelanggan sebesar 3,1 juta untuk menggantikan pelanggan non-PLN dan yang masih menggunakan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) menjadi pelanggan PLN pada 2020.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 24 Februari 2019  |  15:04 WIB
PLN Incar Tambahan 3,1 Juta Pelanggan
Teknisi memasang jaringan kelistrikan baru di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (21/2/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA— Dokumen Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019—2028 menyebutkan, PT PLN (persero) akan melakukan penambahan pelanggan sebesar 3,1 juta untuk menggantikan pelanggan non-PLN dan yang masih menggunakan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) menjadi pelanggan PLN pada 2020.

Dalam dokumen itu juga menunjukkan secara rata-rata jumlah pelanggan penambahan pelanggan selama periode 2021-2028 sebesar 1,2 juta per tahun. Penambahan pelanggan PLN terdiri dari rumah tangga seusia data BPS sekitar 700.000/tahun, dan data kementerian PUPR, Rumah komersial (rumah kontrakan, kos, rumah susun, dll), pelanggan industri, Bisnis, sosial, dll.

Data PLN juga mencatat realisasi pertumbuhan konsumsi Listrik 2018 dibandingkan 2017 sebesar 5,14% dengan rincian untuk Industri 6,45%, Bisnis 5,96%, Rumah Tangga 3,52%, dan Lain-lain 6,72%. Terutama untuk Industri, pertumbuhan itu tercatat di atas Pertumbuhan Ekonomi.

Adapun, tahun ini untuk mencapai Rasio Elektrifikasi sebesar 99,9%, PLN memerlukan penambahan pelanggan sebesar 3,8 juta. Selain itu, secara sementara untuk tahun ini, masyarakat tertinggal, terluar, terdepan masih akan menggunakan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE).

Kementerian ESDM membagikan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) sebagai program pra elektrifikasi sebelum jaringan listrik PLN masuk ke rumah-rumah tak berlistrik. LTSHE merupakan program untuk menerangi desa-desa yang masih gelap gulita, yang jumlahnya mencapai lebih dari 2.500 desa di seluruh Indonesia

Selama dua tahun terakhir, sudah ada 255.338 rumah yang sudah menikmati manfaat LTSHE. Rinciannya, 79.556 rumah tangga di tahun 2017 tersebar di wilayah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara dan sebanyak 175.782 rumah pada 2018 yang tersebar di 15 provinsi.

Pada 2019, Kementerian ESDM memiliki target untuk menyalurkan 98.481 LTSHE ke rumah-rumah yang belum menikmati listrik sama sekali. LTSHE sendiri merupakan perangkat pencahayaan berupa lampu terintegrasi dengan baterai yang energinya bersumber dari pembangkit listrik tenaga surya fotovoltaik.

Energi listrik di dalam baterai ini yang kemudian digunakan untuk menyalakan lampu. LTSHE dapat beroperasi maksimum hingga 60 jam.

Sementara itu realisasi rasio elektrifikasi tahun lalu mencapai 98,1% sudah melebihi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2019 sebesar 97,5%. Ini berarti, masih ada sekitar 2% atau lebih dari 5 juta masyarakat yang belum menikmati penerangan.

PT Perusahaan Listrik Negara (persero) sendiri telah menyepakati penggunaan Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun ini senilai Rp6 triliun untuk penambahan jaringan listrik yang dapat digunakan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi.

Upaya lainnya adalah bantuan dari Corporate Social Responsibility (CSR) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk penyambungan listrik gratis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
energi, PLN, listrik

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top