6 Mitos Investasi yang Tidak Perlu Anda Percaya!

Meski masih berusia muda, investasi tidak bisa lagi ditunda. Semakin Anda dewasa akan sadar bahwa uang hasil kerja keras Anda sendiri tidak seharusnya dibiarkan diam tanpa tujuan.
MediaDigital
MediaDigital - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  10:01 WIB
6 Mitos Investasi yang Tidak Perlu Anda Percaya!
Ilustrasi investasi - Istimewa

Meski masih berusia muda, investasi tidak bisa lagi ditunda. Semakin Anda dewasa akan sadar bahwa uang hasil kerja keras Anda sendiri tidak seharusnya dibiarkan diam tanpa tujuan.  Menabung memang bisa menjadi suatu pilihan yang aman, tapi dalam hal jangka panjang hanya menabung tentu tidak akan menguntungkan. Memutar uang lewat berbagai skema investasi seringkali menjadi pilihan agar pendapatanmu bisa jadi lebih bermanfaat dalam berbagai bidang.

Di Indonesia sendiri, tren layanan investasi online sudah mulai dikenal oleh masyarakat. Perusahaan fintech p2p lending bekerjasama dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan layanan pinjaman yang bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat dengan mudah. Sehingga untuk menjadi seorang investor di zaman sekarang bisa dibilang tidak sulit asalkan ada dana yang bisa disishkan.

Untuk Anda yang ingin memulai untuk berinvestasi, berikut ini adalah mitos-mitos yang harus berhenti Anda percayai.

1. Lulus kuliah atau menikah boleh sedikit terlambat. Tapi asuransi kesehatan wajib ada.

Sebagai seorang yang masih berusia dini atau anak muda sangat wajar jika Anda merasa belum perlu memiliki asuransi kesehatan. Padahal asuransi kesehatan seperti ini sangatlah penting, sekalipun untuk Anda yang masih muda dan sehat. Biaya kesehatan ini terkadang bisa jadi pengeluaran paling tak terduga yang bisa membuat Anda kehilangan uang.  Padahal saat Anda menggunakan uang yang Anda miliki untuk mengangsur asuransi tiap bulannya juga akan tersimpan dan tidak hilang, karena prinsipnya sama saja seperti menabung.  Uangnya pun dapat Anda ambil setelah beberapa waktu sesuai dengan jenis asuransi yang Anda ambil.  

2. Masih banyak yang percaya emas adalah investasi yang tak ada matinya.

Pasti Anda sering mendengar orang yang mengatakan bahwa emas adalah jenis investasi yang paling menguntungkan karena harganya selalu stabil dan tidak mengalami penurunan.  Seperti halnya investasi jenis lainnya, tentu investasi emas juga ada resiko yang harus dihadapi saat memutuskan mengambilnya. Tidak seperti pendapat yang beredar di pasaran — pada kenyataannya harga emas pun beredarpun juga sangat fluktuatif tergantung pada kurs rupiah terhadap dolar, tingkat inflasi, dan kondisi pasar.

Harga emas ditentukan secara global dengan menggunakan standar harga emas dunia yang dibanderol dalam satuan US Dollar.  Saat nilai tukar rupiah terhadap dollar sedang menguat, secara otomatis harga emas akan menjadi turun. Sebaliknya jika nilai tukar rupiah terhadap dolar menjadi lemah, harga emas pun akan naik dengan cukup signifikan.

3. Kebanyakan investor memandang sebelah mata pada pasar obligasi.

Banyak orang memandang rendah tentang investasi obligasi karena keuntungannya yang sedikit. Memang obligasi menawarkan bunga yang setara dengan modal. Jika Anda memiliki modal yang kecil, maka keuntungan yang Anda petik nantinya juga tidak terlalu besar.  Lain halnya jika Anda memiliki modal yang besar karena bunga yang akan Anda dapatkan juga akan berlipat.

Tetapi perlu Anda ketahui, pasar obligasi selalu menyediakan pemasukan yang tetap bagi para investornya karena memberikan tingkat keuntungan yang cenderung stabil meskipun dalam bentuk yang tidak terlalu besar.

4. Stop percaya bahwa investasi saham sama dengan judi.  Semua harus dilakukan dengan analisis yang matang.

Pemerintah sudah mengatur undang-undang yang mengatakan bahwa jual beli saham yang dilakukan pada pasar saham adalah hal yang halal dan legal.  Berita simpang siur banyak yang mengatakan bahwa investasi saham adalah bentuk judi justru menghambat masuknya investor ke pasar modal.

Bermain saham berbeda dengan bermain judi. Jika dalam judi Anda cuma mengandalkan nasib dan keberuntungan, dalam skema investasi saham semua langkah yang akan dilakukan harus melewati sebuah perhitungan pasti.

5. Meski reksadana menggiurkan, jangan mudah percaya jika reksadana bisa dengan cepat membawa keuntungan.

Walaupun reksadana bisa menjadi pilihan buat Anda yang belum memiliki banyak modal, tapi yang perlu diingat Anda baru bisa mendapatkan untung yang maksimal dengan reksadana berjangka panjang.  Semakin panjang reksadana yang Anda ambil maka bunga dan keuntungan yang akan Anda ambil juga akan semakin besar.  Jika Anda berminat berinvestasi melalui reksadana, sekarang investasi jenis ini sudah tersedia di banyak bank komersial maupun aplikasi  ponsel di Indonesia.

Sebelum mengambil reksadana, sebaiknya Anda juga memutuskan terlebih dahulu apa tujuan Anda.  Jika Anda sudah memutuskan visi dan misi Anda, maka akan lebih mudah untuk mengambil berapa lama jangka waktu reksadana yang Anda inginkan.

6. Mitosnya berinvestasi melalui forex trading butuh dana yang besar, kenyataannya Anda bisa mulai berinvestasi hanya dengan 1 Dollar.

Tahukah Anda banyak yang beranggapan bahwa berinvestasi melalui forex trading membutuhkan dana yang besar.  Padahal sebenarnya Anda bisa mulai berinvestasi hanya dengan modal $1 atau Rp 15.000 dengan fasilitas online. Walaupun bisa dimulai dengan modal yang kecil, namun Anda tetap harus berhati-hati jika menjatuhkan pilihan untuk berinvestasi melalui forex trading.  Ada teori dan strategi yang perlu dipelajari, dan praktek tidak semudah teori, karena Anda harus berjuang untuk melawan diri sendiri dengan tetap disiplin.

Forex trading juga bukan pilihan yang tepat untuk cepat mendapatkan keuntungan karena sebenarnya menurut data statistik hampir 90% trading forex mengalami kerugian.  Oleh karena itu Anda juga harus berhati-hati dalam melangkah karena banyak yang memanfaatkan dan mengambil keuntungan dari para trader pemula dengan melalui aksi penipuan.

Demikian artikel mengenai mitos investasi yang perlu Anda ketahui, semoga bisa memberi informasi baru untuk Anda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi

Editor : MediaDigital

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top