Tarif Listrik Industri RI Paling Terjangkau di Asean

Tarif listrik Indonesia bagi industri besar di masih tergolong paling terjangkau di kawasan Asean.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  13:35 WIB
Tarif Listrik Industri RI Paling Terjangkau di Asean
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Tarif listrik Indonesia bagi industri besar di masih tergolong paling terjangkau di kawasan Asean.

Merujuk pada data kementerian ESDM Januari 2019, tarif listrik industri besar di Indonesia, rata-rata sebesar US$7,47 sen per kilo Watt hour (kWh).

Tarif ini jauh lebih murah ketimbang Singapura US$ 13,15 sen per kWh, Filipina US$ 11,19 sen per kWh, Thailand US$8,07 sen per kWh serta Malaysia US$7,61 sen per KWh. Hal ini membuat penjualan listrik dari sektor industri selalu menunjukkan kemajuan.

Sementara itu, realisasi penjualan tenaga listrik oleh PT PLN dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan terutama dalam dua hingga tiga tahun terakhir.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial  menyebut, dari data itu realisasi penjualan tenaga listrik yang terjadi dalam lima tahun terakhir terutama yang didongkrak dari sektor Industri.

Ego menjelaskan pada 2015, penjualan tenaga listrik sudah mencapai 213,46 Terra Watt Hour (TWh). Penjualan ini bertambah setahun kemudian pada 2016 menjadi 221,07 TWh atau tumbuh 3,56%. Kemudian terus menembus angka 232,43 TWh atau naik 5,14% pada t2018.

Pada tahun 2019 ini, pemerintah memproyeksikan sesuai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan terjadi kenaikan sebesar 6,40% atau menembus angka 247,3 TWh.

Demi mencapai target tersebut pihaknya masih mengandalkan konsumsi listrik dari sektor industri. “Kebutuhan listrik yang besar datang dari industri selain rumah tangga, seperti industri hilirisasi pertambangan maupun listrik yang membutuhkan listrik yang besar,"imbuhnya.

Total konsumsi listrik sektor industri sepanjang tahun 2018 mencapai 76,345 TWh atau tumbuh 32,85% dari tahun sebelumnya, yaitu 71,72 TWh.

Pertumbuhan ini didapat dari 87.829 pelanggan terdiri dari pelanggan prabayar (23.602) dan pascabayar (64.227). "Dari tahun ke tahun penjualan listrik didominasi oleh sektor industri yang jumlah pelanggannya sekitar 69.000 atau naik 10.000 dari tahun 2016 ke tahun 2017.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
listrik, tarif listrik

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top