Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hadari Era Disrupsi, Sucofindo Targetkan Pertumbuhan Lebih Lambat

Sucofindo menetapkan target pertumbuhan bisnis cukup signifikan pada tahun ini, meski BUMN Survei menghadapi tantangan semakin berat di era disrupsi.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  18:00 WIB
Direktur Sumber Daya Manusai & Umum PT Timah Tbk Muhammad Rizki, dan Direktur Utama PT Sucofindo (Persero) Bachder Djohan Buddin. - SUCOFINDO
Direktur Sumber Daya Manusai & Umum PT Timah Tbk Muhammad Rizki, dan Direktur Utama PT Sucofindo (Persero) Bachder Djohan Buddin. - SUCOFINDO

Bisnis.com, BOGOR - Sucofindo menetapkan target pertumbuhan bisnis cukup signifikan pada tahun ini, meski BUMN Survei menghadapi tantangan semakin berat di era disrupsi.

Direktur Utama PT Sucofindo (Persero) Bachder Djohan Buddin mengatakan bahwa Sucofindo telah menetapkan target pendapatan 2019 sebesar Rp2,82 triliun atau tumbuh minimal 14,7%, dengan target laba bersih Rp344,12 miliar atau naik sebesar 20,4%.

"Bahwa pada 2019, tantangan BUMN survei semakin berat, menghadapi era disrupsi, Sucofindo harus melakukan inovasi bisnis dan adaptif terhadap perkembangan di era industri 4.0 untuk dapat meningkatkan kinerja bisnisnya," kata Bachder dalam keterangan pers yang diterima Bisnis, Rabu (20/2/2019).

Dibandingkan dengan capaian kinerja kinerja tahun lalu, target pertumbuhan bisnis pada tahun ini sedikit melambat.

Pada 2018 Sucofindo telah menutup tahun dengan kinerja meningkat pendapatan signifikan 28,9% dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya menjadi Rp2,63 triliun, sementara itu laba bersih naik sebesar 24,4% dari tahun sebelumnya menjadi Rp294,3 miliar.

Sebelumnya, Sucofindo menggelar Rapat Pimpinan Nasional 2019 dengan tema Pertumbuhan, Inovasi dan Digitalisasi Proses Bisnis di Hotel Aston Bogor, 18 -19 Februari 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sucofindo
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top