Efek Perang Dagang Diprediksi Kian Kencang Terhadap Neraca Dagang Januari

Bank sentral melihat potensi defisit pada neraca perdagangan pada Januari disebabkan oleh faktor global akibat dari efek perang dagang yang mulai muncul. 
Hadijah Alaydrus | 14 Februari 2019 20:17 WIB
Aktivitas perdagangan di pelabuhan - Bisnis.com
Bisnis.com, JAKARTA--Bank sentral melihat potensi defisit pada neraca perdagangan pada Januari disebabkan oleh faktor global akibat dari efek perang dagang yang mulai muncul. 
Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman mengungkapkan laju impor sebenarnya sudah menurun. Namun, ekspornya juga ikut turun akibat penurunan harga komoditas.
"Secara global, efek perang dagang mulai terasa," tegas Aida, Kamis (14/02).
Dia menambahkan efek yang dirasakan saat ini adalah efek dari pengenaan tarif serta retaliasinya pada tahun lalu.  
Dia berharap perang dagang antara China dan AS ini dapat segera mencapai kesepakatan yang baik dan tidak. Selain pengaruh dari perang dagang, dia menuturkan perlambatan ekonomi global juga disebabkan oleh faktor internal masing-masing negara, seperti Pemilu atau Brexit di Inggris. 
Dalam menghadapi perang dagang, Aida menilai Indonesia sebenarnya punya daya tahan lebih baik karena ekonominya yang bergantung pada permintaan domestik. 
Menurutnya, Indonesia telah melakukan reformasi berkesinambungan dalam fundamental ekonominya. 
"Fixing the roof [prevensi], kami lakukan sebelum IMF mengatakan itu. Kami sudah melakukan reformasi sejak krisis Asia, dan terus berbenah saat global financial crisis, taper tantrum dan terakhir ketika market turmoil tahun 2018," ujar Aida. 
Oleh karena itu, dia yakin Indonesia bisa melalui efek perang dagang ini.  
Tag : Neraca Perdagangan
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top