Bandara Wiriadinata Tasikmalaya Siap Kembangkan Potensi Jabar Selatan

Setelah dikembangkan sepanjang tahun 2018, Bandar udara Wiriadinata yang terletak di kota Tasikmalaya  kini terlihat megah dan modern. Tidak saja dari sisi darat seperti bangunan terminal dan lanskapnya, tapi juga sisi udara seperti runway, taxiway dan apron. 
Krizia Putri Kinanti | 09 Februari 2019 11:51 WIB
Wings Air ATR 72-600 PK-WGS di Kualanamu Medan International Airport - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA-- Setelah dikembangkan sepanjang tahun 2018, Bandar udara Wiriadinata yang terletak di kota Tasikmalaya  kini terlihat megah dan modern.

Tidak saja dari sisi darat seperti bangunan terminal dan lanskapnya, tapi juga sisi udara seperti runway, taxiway dan apron. 

Bandara ini pun siap berperan dalam mengembangkan potensi-potensi yang ada di daerah Jawa Barat bagian selatan seperti industri, pariwisata, dan lainnya.

Sepanjang 2018, bandara yang dikelola Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melalui Satuan Pelaksana dari UPBU Bandara Cakrabuwana Cirebon ini dikembangkan dari sisi udara dan sisi darat.

Pada sisi udara dilakukan perpanjangan runway dari 1.200m menjadi 1.600m, pembuatan taxiway baru berukuran 75 m x 23 m, serta apron baru seluas 100 m x 80 m.

Sedangkan dari sisi darat, dibuat gedung terminal baru berukuran 1.100 m2 yang bisa menampung pergerakan 150 penumpang per hari.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti menyebutkan pengembangan bandara ini untuk mengakomodasi antusiasme masyarakat yang menggunakan jasa transportasi udara di Tasikmalaya dan sekitarnya.

“Selama tahun 2018, penumpang yang berangkat dari bandara ini sebanyak 22.496 penumpang menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 kursi. Dengan demikian rata-rata tingkat keterisiannya mencapai 85% tiap hari. Untuk itu sudah saatnya bandara dikembangkan, mengantisipasi pertumbuhan jumlah penumpang serta menjaga agar keselamatan, keamanan dan kenyamanannya tetap terjamin,” ujar Polana dalam pernyataan resmi yang diterima Bisnis, Sabtu (9/2/2019).

Dengan runway sepanjang 1.600 m, pesawat ATR 72 bisa beroperasi secara maksimal dalam mengangkut penumpang. Apron baru bisa menampung pergerakan 3 pesawat ATR 72 dibanding apron lama yang hanya bisa menampung satu pesawat.

Kepala Satpel Bandara Wiriadinata Masrukhin mengatakan bahwa saat ini baru ada satu penerbangan dengan rute Bandara Wiriadinata – Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta PP yang dilayani Wings Air menggunakan pesawat ATR 72.

Dengan selesainya pengembangan bandara ini diharapkan frekuensi penerbangan bisa ditambah atau bisa dibuka penerbangan ke rute lainnya.

“Kami juga masih akan melakukan pengembangan di tahun ini. Seperti misalnya untuk menambah dan memperbarui peralatan di terminal, memperbarui pagar bandara dan yang lainnya. Dengan demikian keselamatan dan keamanan penerbangan serta pelayanan kepada penumpang bisa lebih ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman pun menyambut baik selesainya pengembangan Bandara Wiriadinata. Budi percaya bahwa adanya bandara akan berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi di daerah sekitarnya.

“Adanya bandara yang beroperasi dengan baik ini merupakan anugerah tidak hanya bagi masyarakat kota Tasikmalaya, tapi juga daerah sekitarnya seperti Kabupaten Tasikmalaya, Banjar, Ciamis, Garut, Pangandaran dan daerah lain di Jawa Barat bagian selatan,” ujarnya.

Menurut Budi, jika menggunakan transportasi darat, masyarakat Tasikmalaya memerlukan 7-9 jam perjalanan menuju Jakarta. Namun dengan penerbangan hanya perlu waktu 50 menit.

“Dengan pengembangan bandara ini akan semakin memudahkan dan memperbanyak para investor, wisatawan dan pengunjung lainnya berkunjung ke Tasikmalaya dan daerah sekitarnya. Saya yakin perekonomian masyarakat Jawa Barat sebelah selatan juga akan lebih meningkat dengan cepat,” ujar Bud.

Budi mencontohkan bahwa selama tahun 2018 pertumbuhan ekonomi Kota Tasikmalaya mencapai 6 %. Sedangkan tingkat kemiskinan turun 2% dalam setahun.

Menurut Budi hal tersebut turut dipengaruhi oleh semakin lancarnya konektivitas transportasi orang dan barang dari dan ke kota Tasikmalaya. Termasuk salah satunya dipengaruhi oleh lancarnya konektivitas transportasi udara dengan beroperasinya Bandara Wiriadinata.

Tag : bandara, tasikmalaya
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top