Garuda Indonesia Buka Ruang Diskusi Tarif Kargo Udara

Garuda Indonesia (GIAA) membuka ruang untuk berdiskusi dengan jasa pengiriman ekspres terkait tarif kargo udara atau surat muatan udara (SMU). Garuda siap membuka rentang harga yang sesuai dengan kemampuan perusahaan.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 08 Februari 2019  |  23:26 WIB
Garuda Indonesia Buka Ruang Diskusi Tarif Kargo Udara
Pesawat kargo - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk. membuka ruang untuk berdiskusi dengan jasa pengiriman ekspres terkait tarif kargo udara atau surat muatan udara (SMU). Garuda siap membuka rentang harga yang sesuai dengan kemampuan perusahaan.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan menuturkan pihaknya siap bicara terbuka mengenai struktur pembentuk biaya kargo udara dan membicarakan solusi terbaik yang menguntungkan jasa kurir dan maskapai.

"Kita harus mengobrol terbuka saja, ini ongkos kita, ini biaya kita, kemampuan kita segitu. Itu nanti sama kemampuan pasar akan diformulasikan," terangnya Jumat (8/2/2019).

Ikhsan menjelaskan Garuda Indonesia siap memberikan rentang harga yang masih masuk akal bagi bisnis kargo udaranya, dan itu yang dapat dinegosiasikan.

Ikhsan menegaskan tarif kargo udara yang ditetapkan sudah menghitung biaya maskapai yang melonjak. "Sekarang kita ini Rp6000 per kilogram untuk satu jam penerbangan ya. Itu sebelumnya itu harganya ada yang Rp1.800 ada yang Rp3.000, Rp4.000 paling tinggi," tuturnya.

Harga yang lama lanjutnya, sudah tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan. Sebab, bicara bisnis, pendapatan harus bisa menutupi biaya yang muncul, sehingga kenaikan tidak dapat dihindarkan.

"Kita menghitung sekarang harga-harga biaya dengan inflasi, fluktuasi, harga avtur, kebandaraan, dolar ya memang harus dinaikkan,"tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia, kargo udara

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup