Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bappenas: Ada Tiga Tujuan TPB Pangan

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menyebutkan ada tiga tujuan besar dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Suistanable Development Goals (SDGs).
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 29 Januari 2019  |  07:20 WIB
Sagu, sumber pangan dan energi. - Ilustrasi/Antara
Sagu, sumber pangan dan energi. - Ilustrasi/Antara

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menyebutkan ada tiga tujuan besar dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Suistanable Development Goals (SDGs).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyampaikan, isu pangan menjadi poin ke-2 dari 17 poin di dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Suistanable Development Goals (SDGs).

Secara garis besar, ada tiga tujuan dalam TPB pangan, yakni menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi, serta meningkatkan pertanian berkelanjutan. Untuk mencapai ketiga tujuan tersebut, ada 5 target yang ditetapkan.

Pertama, menghilangkan kelaparan dan menjamin akses bagi semua orang terhadap pangan serta gizi. Kedua, menghilangkan segala bentuk kekurangan gizi. Ketiga, menggandakan produktivitas pertanian dan pendapatan produsen pangan.

“Keempat, menjaga keberlanjutan sumber daya pertanian, terutama lahan. Kelima, mengelola keanekaragaman genetik benih tanaman dan hewan,” paparnya.

Menurut Bambang, khusus dari sisi pertanian ada tiga hal yang menjadi sorotan dan harus mendapat perhatian utama dari seluruh pemangku kepentingan. Pertama, produk pertanian secara luas, yang turut mencakup hasil perkebunan, dan perikanan.
 
Kedua, orang yang melakukan pekerjaan pertanian. Jadi, pemangku kepentingan juga harus memerhatikan kepada individu atau kelompok yang berprofesi mengembangkan pertanian, sama derajatnya seperti produk pertaniannya.

“Dari sana muncul bagaimana pentingnya kesejahteraan petani, nelayan, dan peternak. Bagaimana hasilnya dilanjutkan, dimana industri pengolahan juga mendapatkan manfaat dari produk pertanian,” jelasnya.

Ketiga, yang harus menjadi perhatian dalam mengembangkan sektor pertanian ialah lingkungan atau ekosistemnya. Pasalnya, bagaimanapun hebatnya pengembangan produk dan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian, ini tidak berati tanpa adanya lingkungan hidup berkelanjutan.

Di sisi lain, pada 2019 proyek Palapa Ring Timur dapat rampung, sehingga seluruh daerah di Indonesia dapat memiliki koneksi internet. Peluang ini juga dapat ditangkap sektor pertanian untuk menciptakan aplikasi yang mudah dipahami dan dimanfaatkan oleh pelaku usaha.

Misalnya, adanya aplikasi dapat mendekatkan petani dengan pembeli akhir. Dengan demikian, produsen dapat berhadapan langsung dengan pedagang besar, sehingga terbebas dari praktik ijon yang kerap dilakukan distributor atau perantara.

“Dalam jual-beli, petani juga mengetahui misalnya hari ini harga kopi global seperti apa. Jadi mereka memiliki bargaining power terhadap pembeli, dari sebelumnya hanya bisa pasrah terhadap perantara,” imbuhnya.

Dalam jangka yang lebih panjang, yakni tahun 2045 atau 100 tahun kemerdekaan, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia akan mencapai US$19.794 per kapita, sehingga menempati peringkat ketujuh PDB terbesar di dunia. Sektor pertanian dengan visi pemantapan ketahanan pangan dan ketenagakerjaan tentunya memegang peranan penting.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pangan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top