Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Logistik Diusulkan Masuk Materi Debat Capres, Ini Pendapat ALI

Asosiasi Logistik Indonesia setuju sektor logistik masuk dalam pembahasan lebih lanjut dalam debat Capres-Cawapres 2019-2024.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 28 Januari 2019  |  08:43 WIB
Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kanan) bersalaman dengan capres no urut 02 Prabowo Subianto sebelum mengikuti Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). - ANTARA/Setneg Agus Suparto
Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kanan) bersalaman dengan capres no urut 02 Prabowo Subianto sebelum mengikuti Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). - ANTARA/Setneg Agus Suparto

Bisnis.com, JAKARTA-- Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) setuju sektor logistik masuk dalam pembahasan lebih lanjut dalam debat Capres-Cawapres 2019-2024.

Ketua Umum ALI Zaldy Ilham Masita menuturkan kebijakan sektor logistik yang acap berubah setiap pergantian pemimpin negara membuat biaya logistik terus mahal.

"Kita perlu tahu apa visi dan misi dari masing-masing Calon Presiden tentang logistik karena kita tidak mau setiap 5 tahun, pembangunan logistik berubah-berubah terus seperti selama ini," ungkapnya, Minggu (27/1/2019).

Dia menuturkan, pada periode Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuat Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025 dan Sistem Logistik Nasional, sementara Presiden ke-7 RI, Joko Widodo membuat poros maritim.

Menurutnya, kedua rencana besar tersebut tidak berkesinambungan dan tetap membuat biaya logistik mahal.

Zaldy melanjutkan, sampai sekarang logistik masih menjadi beban bagi perdagangan dan industri di Indonesia.

"Belum ada solusi yang tepat termasuk program-program pemerintah sekarang yang masih parsial-parsial seperti tol laut, dan lain-lain," terangnya.

Dia berpendapat, siapapun Kepala Negaranya seharusnya kebijakan sektor logistik tidak boleh berubah-berubah karena logistik membutuhkan investasi jangka panjang. Namun, dia menjelaskan logistik tidak perlu juga dibuatkan UU atau Dewan Logistik khusus, karena tidak akan efektif kalau Presidennya tidak mengerti Logistik. "Jadi sangat penting kita mengetahui apa visi misi capres di sektor logistik ini," imbuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Debat Capres
Editor : Hendra Wibawa

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top