Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pertamina Siapkan Skema Transisi Blok Rokan

PT Pertamina (Persero) akan mengambil alih Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia mulai Agustus 2021. Namun, Pertamina perlu melakukan transisi pengelolaan sebelum 2021.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 27 Januari 2019  |  21:38 WIB
Ilustrasi pengeboran minyak - Reuters/Ernest Scheyder
Ilustrasi pengeboran minyak - Reuters/Ernest Scheyder

Bisnis.com, JAKARTA —PT Pertamina (Persero) akan mengambil alih Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia mulai Agustus 2021. Namun, Pertamina perlu melakukan transisi pengelolaan sebelum 2021.

Selain itu, Pertamina juga belum menandatangani kontrak baru dengan skema bagi hasil kotor (gross split) Blok Rokan.

]Pemerintah telah memutuskan pengelolaan wilayah kerja minyak dan gas bumi yang berlokasi di Riau itu dialihkan ke Pertamina mulai Agustus 2021.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan bahwa saat ini penandatanganan kontrak baru Blok Rokan tinggal menunggu skema implementasi transisi pengelolaan wilayah kerja migas yang berlokasi di Riau tersebut dari Chevron ke Pertamina.

"Masih ada pembicaraan-pembicaraan [dengan Chevron Pacific Indonesia]," katanya, Kamis (24/1).

Dwi menjelaskan, skema yang masih dibahas itu salah satunya terkait dengan mekanisme pengeboran sumur migas sebelum Pertamina resmi mengelola Blok Rokan pada 2021.

Terkait dengan masa transisi tersebut, Chevron Pacific Indonesia memastikan bahwa pihaknya akan mendukung Pertamina untuk menyiapkan pengelolaan salah satu blok migas legendaris di Tanah Air tersebut.

Senior Vice President Policy, Government, and Public Affrairs Chevron Pacific Indonesia Wahyu Budianto mengatakan bahwa pihaknya akan bersinergi dengan Pertamina hingga masa transisi selesai. Selain itu, Wahyu juga mengatakan bahwa Chevron siap melakaukan transfer pengetahuan dan teknologi dalam pengelolaan Blok Rokan.

"Kami ingin ada transisi yang bagus dan juga untuk menjaga produksi. Kami siap untuk itu [transfer pengetahuan dan teknologi]," katanya.

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu mengatakan bahwa perseroan sudah fokus melakukan beberapa aktivitas yang menunjang masa transisi blok migas legendaris tersebut.

Menurutnya, PT Pertamina Hulu Rokan, anak usaha Pertamina yang akan mengelola Blok Rokan, berada langsung di bawah Direktorat Hulu Pertamina.

Setelah PT Pertamina Hulu Rokan resmi dibentuk pada 20 Desember 2018, sehari sebelum perusahaan melakukan pembayaran bonus tanda tangan dan jaminan performa untuk Blok Rokan pada 21 Desember 2018, langkah selanjutnya adalah menyiapkan diri untuk penandatanganan kontrak.

“Tanda tangan kontrak ditargetkan untuk dilakukan pada bulan ini. Saat ini, kami berada dalam tahap diskusi final dengan pemerintah,” ujarnya.

Pertamina juga merencanakan pembangunan pipa minyak dengan skema hilir yang menghubungan Lapangan Minas—Duri—Dumai dan Balam—Bangko—Dumai. Pertamina perlu membangun pipa minyak karena jaringan pipa yang ada sudah berumur 40 tahun.

Menurutnya, pembangunan pipa tidak perlu menanti peralihan pengelolaan blok migas tersebut, tetapi sudah dapat dilakukan pada tahun ini. Berdasarkan hasil kajian, Pertamina perlu mengganti infrastruktur pipa minyak untuk memperlancar produksi Blok Rokan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

migas
Editor : Sepudin Zuhri
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top