Sri Mulyani dan Sederet Prestasinya

Kemarin, media ekonomi yang berbasis di Inggris, The Banker menyematkan penghargaan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Ani, sapaan akrab sang menteri, meraih predikat sebagai “Menteri Keuangan Terbaik 2019” versi publikasi tersebut.
Kahfi | 03 Januari 2019 17:43 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) bersama Dirjen Pajak Robert Pakpahan (kanan), Dirjen Perbendaharaan Marwanto Harjowiryono (kedua kanan), Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara (kiri), dan Dirjen Anggaran Askolani (kedua kiri) bersiap menyampaikan konferensi pers tentang Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (2/1/2019). - ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA -- Kemarin, media ekonomi yang berbasis di Inggris, The Banker menyematkan penghargaan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Ani, sapaan akrab sang menteri, meraih predikat sebagai “Menteri Keuangan Terbaik 2019” versi publikasi tersebut.

Penghargaan internasional ini bukan yang pertama diraih salah satu Srikandi dalam kabinet Presiden Joko Widodo itu. Peran Ani mengorkestrasi keuangan negara dengan beragam program telah banyak disorot publik dunia.

Paling bergengsi, penghargaan yang datang dari ajang World Government Summit 2018 di Dubai. Perhelatan yang berlangsung pada Februari 2018 itu menghadiahkan Ani  predikat  “The Best Minister”.

Penghargaan ini dikenal tak mudah diberikan kepada sosok tertentu, terlebih di kalangan menteri negara-negara Asia. Namun, Ani malah menyabet penghargaan tersebut untuk Indonesia.

Ajang World Government Summit senantiasa menghelat penganugerahan bagi pelaksana pemerintahan di dunia. Anugerah menteri terbaik dari ajang itu dianggap telah menorehkan kesuksesan dalam hal kebijakan reformasi di suatu negara.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menerima penghargaan "Best Minister in the World" dari Wakil Presiden, Perdana Menteri, dan Pemimpin Dubai Yang Mulia Sheikh Mohammad bin Rashid Al Maktoum, Februari 2018./Istimewa

Penunjukkan kandidat penerima penghargaan tersebut tidak sembarang. Dalam hal penilaian, menteri terbaik versi World Government Summit lebih dulu diteliti oleh lembaga independen global seperti Ernst & Young.

Salah satu catatan menonjol dari prestasi Sri Mulyani yaitu program pengampunan pajak. Dunia melihat anak buah Jokowi yang satu ini berhasil membangun sistem perpajakan yang sehat dan menguatkan bagi proses pembangunan Indonesia.

Kebijakan pajak pula lah yang menjadi sorotan The Banker. Dia dinilai mampu menyiapkan berbagai kebijakan perpajakan untuk mengerek penerimaan negara, salah satunya dengan meningkatkan kepatuhan wajib pajak menjadi 82,5% pada tahun ini. Berbagai insentif dan pemangkasan pajak pun telah dilakukan untuk menstimulasi pertumbuhan dan mendukung ekonomi, termasuk bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Selain itu, meski menghadapi berbagai bencana alam pada 2018, tapi Indonesia masih mampu menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang mengesankan. Kebijakan terkait dana untuk kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi poin plus lain.

Sebelumnya pun, sosok tersebut telah memboyong banyak penghargaan. Sebagai menteri keuangan, Ani  berturut-turut mendapatkan pengakuan sebagai Menteri Keuangan Terbaik Kawasan Asia Pasifik Timur dari Majalah FinanceAsia pada 2017 dan 2018.

Pada Oktober 2018, penghargaan sejenis juga diraihnya. Penghargaan yang diserahkan di sela perhelatan Annual Meetings International Monetary Funds-World Bank di Bali itu diberikan oleh media ekonomi Global Markets.

Sri Mulyani ketika menjadi moderator bagi Presiden Filipina Benigno Aquino III dalam sebuah acara yang digelar World Bank, beberapa tahun lalu./World Bank

Karier

Sri Mulyani lahir pada 26 Agustus 1962 di Lampung. Jebolan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) itu lahir dan dibesarkan di keluarga yang kental dengan nuansa intelektual. Kedua orang tuanya sama-sama akademisi yang bergelar Guru Besar, tepatnya di Universitas Negeri Semarang. 

Setelah lulus dari UI, Ani mengambil gelar master dan doktoral di University of Illinois Urbana-Champaign, AS. Berkarir sebagai ekonom, dia harus bolak-balik Indonesia-AS.

Pada pengujung 1990-an, selepas mengepalai Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat ( LPEM) UI, Ani mulai mengepakkan sayap karir di dunia internasional dengan menjadi konsultan US-AID. Posisinya itu memaksanya berdomisili di Atlanta, AS.

Pada periode 2002-2004, sesaat sebelum dipanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dirinya tengah bertugas di IMF.

Pada masa pemerintahan SBY itulah Ani diseret-seret dalam rangkaian kasus Bank Century. Pada akhirnya, dia memilih berhenti sebagai menteri dan kembali ke AS sebagai Direktur World Bank selama rentang 2010-2016.

Politik SMI

Sri Mulyani Indrawati, jika disingkat maka menjadi SMI. Akronim yang sama pernah muncul sebelum perhelatan Pilpres 2014, yaitu Serikat Masyarakat Independen untuk Keadilan (SMI Keadilan).

Menteri Keuangan Sri Mulyani belajar membatik di Paviliun Indonesia di arena Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018, Nusa Dua, Bali, Minggu (14/10/2018)./JIBI-Abdullah Azzam

Sebagai gerbong masyarakat dalam kancah politik, SMI Keadilan kemudian menjelma sebuah partai politik resmi. Pada 2011, berdiri Partai Serikat Rakyat Independen (Partai SRI) yang namanya juga mendekati panggilan nama sang menteri.

Partai SRI memang berkomitmen mengusung Ani sebagai seorang calon yang akan berkompetisi pada Pilpres 2014. Aktor di balik tercetusnya partai ini adalah sejumlah aktivis dan intelektual, antara lain Rahman Tolleng, Fikri Jufri, Todung Mulya Lubis, Arbi Sanit, dan Rocky Gerung.

Meski demikian, Ani tidak pernah memberikan komentar mengenai Partai SRI dan komitmen partai tersebut yang ingin mengusungnya.

Namun, Partai SRI pun harus gugur sebelum berperang seiring tak lolosnya partai tersebut dalam verifikasi partai politik Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjelang Pilpres 2014.

Sebagai punggawa dari pemerintahan Jokowi, kehadiran Ani merupakan pengecualian dari konstelasi politik koalisi versus oposisi. Dia adalah sisa dari mimpi hadirnya Zaken Kabinet, di tengah kebosanan masyarakat menyaksikan politik transaksional dari rezim ke rezim.

Tag : sri mulyani, fokus
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top