Nama Baik Rusak, Manajemen Kecam Aksi Demo Pekerja JICT

Manajemen PT Jakarta International Container Terminal (JICT) mengecam keras aksi demonstrasi anggota Serikat Pekerja (SP) JICT yang telah merusak nama baik perusahaan.
Akhmad Mabrori
Akhmad Mabrori - Bisnis.com 17 Desember 2018  |  15:55 WIB
Nama Baik Rusak, Manajemen Kecam Aksi Demo Pekerja JICT
Jakarta International Container Terminal (JICT) di Tanjung Priok, Jakarta - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA --  Manajemen PT Jakarta International Container Terminal (JICT) mengecam keras aksi demonstrasi anggota Serikat Pekerja (SP) JICT yang telah merusak nama baik perusahaan.

Riza Erivan, Wakil Direktur Utama JICT, mengatakan aksi demonstrasi yang dilakukan oleh SP JICT dinilai tidak profesional dan hanya berorientasi pada keuntungan sepihak.

"Kami mendukung 100% keberadaan serikat-serikat yang mewakili pekerja. Kami mengimbau pengurus SP JICT jangan menggunakan SP untuk menghancurkan perusahaan sendiri JICT juga adalah anak usaha BUMN yang juga aset nasional," tegasnya di Jakarta, Senin (17/12/2018).

Riza menduga aksi demonstrasi yang dilakukan serikat pekerja terkait dengan rencana manajemen JICT melakukan pemutusan kerja terhadap tiga oknum pekerja anggota SP. Langkah tegas itu dilakukan manajemen lantaran ketiganya melakukan pungli terhadap pelanggan JICT berdasarkan data dan hasil investigasi.

"Kami sudah melakukan investigasi terhadap insiden tersebut terhadap tiga oknum pekerja itu yang melakukan pungli. Ini adalah pelanggaran berat dan tidak ada toleransi. Kami tidak gegabah dalam mengambil keputusan karena ini yang terbaik bagi perusahaan dan sistem kerja di JICT," ujar Riza.

Sebagai operator terminal peti kemas terbesar dan terbaik di Indonesia, Riza melanjutkan JICT sedang fokus untuk memperkuat kinerja perusahaan dan meningkatkan efisiensi di berbagai lini operasi. Adanya pungli yang dilakukan oknum pekerja tersebut telah menimbulkan dampak buruk bagi perusahaan dan ekonomi nasional.

Dia berharap SP JICT bertindak profesional dan menempatkan kepentingan yang lebih besar, sebab berbagai aksi demonstrasi yang dilakukan SP JICT selama ini diduga bermuatan kepentingan personal dan keuntungan sepihak.

Setidaknya dalam 2 tahun terakhir SP JICT telah melakukan demonstrasi yang mungkin saja dilatarbelakangi kepentingan tidak jelas.

"Karena bonus yang menurun akibat kinerja turun di 2016, SP JICT melakukan beberapa kali slow-down dan mogok 5 hari di bulan Agustus tahun lalu karena menolak pembagian bonus produksi yang berkurang itu. Sekarang demontrasi lagi karena oknum anggotanya melakukan pungli, sangat tidak profesional," tegas Riza.

Riza menegaskan, JICT merupakan perusahaan yang menerapkan sistem dan standar kerja global. Karena itu juga gaji dan kesejahteraan para pekerja JICT merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia.

Sementara itu, Direktur National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi menyatakan aksi serikat pekerja JICT kebablasan dan sudah masuk ranah politik negara.

Menurutnya, serikat pekerja di terminal peti kemas ekspor impor itu bukanlah pihak yang dirugikan dengan adanya perpanjangan kontrak JICT tersebut.

"Malah, mereka [pekerja] harusnya senang karena peluang bekerja di JICT masih terbuka luas dengan adanya perpanjangan kontrak itu," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jict

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top