Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Badan Restorasi Gambut Dorong Hasil Penelitian Jadi Acuan Perda

Badan Restorasi Gambut (BRG) melakukan penelitian dan workshop perumusan hasil riset restorasi gambut dengan harapan bisa mempengaruhi kebijakan publik dan peraturan daerah.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 10 Desember 2018  |  20:50 WIB
 Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead meninjau pilot project pengembangan ekonomi masyarakat melalui budidaya perikanan rawa, dengan menggandeng Universitas Riau, Kamis (15/3/2018).  - JIBI/Arif Gunawan.
Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead meninjau pilot project pengembangan ekonomi masyarakat melalui budidaya perikanan rawa, dengan menggandeng Universitas Riau, Kamis (15/3/2018). - JIBI/Arif Gunawan.

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Restorasi Gambut (BRG) melakukan penelitian dan workshop perumusan hasil riset restorasi gambut dengan harapan bisa mempengaruhi kebijakan publik dan peraturan daerah.

Deputi Penelitian dan Pengembangan BRG Haris Gunawan menyatakan perumusan hasil riset restorasi gambut memang bertujuan memberikan dampak kepada pengambil kebijakan. Sehingga, pemerintah dalam hal ini pemerintah daerah bisa mengatur soal pengelolaan lahan gambut, dan menghindari resiko terjadinya kerusakan gambut lebih lanjut.

“BRG jelas membutuhkan tujukan cara merestorasi gambur secara nasional. Nah, tujukan itu hasil riset sekarang dan riset sebelumnya. kita akan rumuskan dan telaah lebih dalam mana saja yang bisa praktirs untuk memasukkan cara merestorasi gambut dengan beragam kondisi,” ujar Haris di Hotel Ciputra, Senin (10/12/2018),

Haris menyebut upaya riset dan pengembangan ini sesuai Peraturan Presiden Nomor 1/2016 tentang Badan Restorasi Gambut menetapkan Deputi Bidang Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan sejumlah fungsi.

Pertama, penelitian dan pengembangan untuk keperluan tata kelola kawasan hidrologis gambut. Kedua, pengembangan kawasan hutan bernilai konservasi tinggi pada gambut untuk mendukung pengendalian perubahan iklim. Ketiga, pelaksanaan monitoring dan evaluasi pada bidang penelitian dan pengembangan.

“Strategi restorasi yang dilakukan yaitu rewetting, revegetasi, dan revitalisasi serta menganalisis cara mengintegrasikannya, dan ini bicara tentang pendekatan untuk keterpaduan itu,” katanya.

Dia menyatakan upaya penerapan restorasi gambut dari penelirian 13 universitas dan 3 lembaga penelitian bisa mendorong masyarakat setempat bisa menjadi subjek pelaku restorasi gambut. Sehingga, tujuan nasional restorais gambut bisa tercapai tanpa mengesampingkan ciri khas setiap daerah dalam proses restorasi lahan gambut.

“Dinamika masyarakat dan kondisi gambut tidak bisa kita samakan. Antara gambut di pinggir sungai, pantai, pedalaman, dan di setiap kepulauan itu berbeda. Inilah yang membuat kita kalau bsia melewati proses ini bisa mendapatkan pengetahuan yang luar biasa,” jelas Haris.

Menurut Haris, hasil riset dan acuan dari peneliti hanya bisa direplikasi ke daerah lain jika ada kesamaan kultur dan variabel lain dari pulau tersebut. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gambut Badan Restorasi Gambut
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top