Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bisnis Kecoa Janjikan Cuan yang Menggiurkan, Mau?

Di China, kecoa dimanfaatkan untuk mengolah limbah dapur. Bukan itu saja, kandungan esensi kecoa juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku obat dan kosmetik.
Sutarno
Sutarno - Bisnis.com 10 Desember 2018  |  17:05 WIB
Proses pengeringan kecoa di GoodDoctor Group di Xichang, China. - Reuters/Thomas Suen
Proses pengeringan kecoa di GoodDoctor Group di Xichang, China. - Reuters/Thomas Suen

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah kegelapan, Anda dapat mendengarnya sebelum Melihatnya. Mereka adalah jutaan kecoa yang hiruk pikuk menyantap berton-ton sisa makanan hasil limbah kegiatan kota.

Udara yang hangat dan lembab ditambah limbah kota yang melimpahg menjadi surga bagi jutaan bahkan miliaran kecoa.

Itu bukan terjadi di Indonesia, melainkan di China. Serangga yang kita anggap menjijikan itu, ternyata menjadi pahlawan.

Pesatnya pertumbuhan kota di China menimbulkan masalah pelik berupa limbah sisa makanan yang menggunung.

Berkat jasa kecoa, limbah sisa makanan itu hilang dari muka bumi ditelan kecoa, karena bagi binatang serangga itu, sisa makanan adalah santapan paling lezat.

Bukan itu saja, kecoa juga bisa diolah menjadi pakan ternak, obat sakit perut, dan bahan komestik.

Dengan kata lain, bagi masyarakat Cina eksistensi kecoa bisa dimanfaatkan saat hidup untuk mendaur limbah sisa makanan. Kemudian saat ‘almarhum’, kecoa tetap memiliki nilai ekonomis bagi kegiatan ternak dan industri obat serta kosmetik.

Di pinggiran Kota Jinan, Ibukota Provinsi Shandong Timur, miliaran kecoa memiliki tugas mulia untuk melahab 50 ton limbah dapur setiap hari. Volume limbah dapur itu beratnya setara dengan tujuh ekor gajah dewasa.

Limbah dapur itu tiba di lokasi penampungan sebelum fajar di lahan milik Shandong Qiaobin Agricultural Technology Co.

Limbah dapur itu diproses menjadi umpan kecoa berbentuk bubur dan dialirkan melalui jaringan pipa ke sel-sel penampungan kecoak menjadi makanan lezat bagi serangga tersebut.

Penggunaan kecoa sebagai pendaur limbah dapur tak terlepas dari kebijakan China yang melarang pemanfaatan limbah dapur untuk pakan babi guna mencegah meluasnya Flu Babi Afrika, yang memukul bisnis ternak babi China.

“Ini adalah solusi bio-teknologi untuk memproses limbah dapur,” Ujar Liu Yusheng,Presdir Shandong Insect Industry Association, seperti dirilis Reuters Senin (10/12/2018).

Li Hongyi, Pemilik Shandong Qiaobin, mengatakan kecoa juga bisa menjadi bahan untuk pakan ternak.

“Protein yang terkandung di kecoa juga bisa menjadi sumber makanan bagi babi dan binatang ternak lainnya. Jadi kami membalik sampah menjadi sumber daya alam,” ujarnya.

Bahan Farmasi

Di sebuah desa terpencil di Sichuan, Li Bingcai (47 tahun) juga memiliki ide yang sama. Mantan pemilik pabrik handphone itu rela merogoh kantong sebesar US$146.000 (sekitar Rp2,2 miliar) untuk berakrab ria dengan kecoa untuk mengolahnya menjadi pakan babi, umpan ikan, bahan baku obat.

Peternakan kecoa di GoodDoctor Group. Video koleksi South China Morning Post di Youtbe. Kalau Anda ngeri phobia dengan kecoa, mohon tidak memutar video ini.

Bisa Anda bayangkan, lahan milik Li dihuni sekitar 3,4 juta ekor kecoa.

“Orang menganggap aneh dengan bisnis kecoa seperti ini. Padahal potensi ekonomisnya tinggi, dan tujuan saya adalah memakmurkan desa jika warga mengikuti jejak saya,” kata Li.

Di sudut lain masih di Sichuan, ada yang lebih heboh dan mengerikan. Ada sebuah perusahaan bernama GoodDoctor yang memelihara enam miliar kecoa atau empat kali lipat dari jumlah penduduk China.

“Esensi atau kandungan kecoak bagus untuk obat mulut, tukak lambung, kulit, bahkan kanker perut,” ujar Wen Jianguo, Manager of GoodDoctor.

Para peneliti GoodDoctor tengah melakukan riset untuk memanfaatkan ekstrak kecoa menjadi masker kecantikan, pil diet, dan obat rambut rontok.

Kecoa yang sudah mendekati kematian pada usia enam bulan dikukus kemudian dicuci lalu dikeringkan sebelum diekstraksi.

Apa jadinya kalau 6 miliar serangga itu lolos dari penampungan GoodDoctor ya? Para teknisi bangungn GoodDoctor sudah menyiapkan langkah alami nan jitu untuk mengepung ‘rumah kecoa’ dengan parit dengan ikan pemangsa serangga di dalamnya.

“Jika kecoa kabur, mereka akan jatuh ke parit dan menjadi santapan empuk bagi ikan,” ujar wen.

Kecoa yang selama ini dianggap musuh masyarakat, ternyata justru bisa menjadi sumber pendapatan bisnis yang menggiurkan.

Buka tidak mungkin, obat dan komestik berbahan kecoa buah karya GoodDoctor itu masuk ke Indonesia.

Kalau kemudian obat itu menjadi solusi secara medis, tidak ada lagi alasan untuk membenci dan takut dengan kecoa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obat kosmetik kecoak

Sumber : Reuters

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top