Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Antam Cari Tambang Emas Anorganik Baru

PT Aneka Tambang Tbk kedepannya masih akan mencari wilayah tambang komoditas emas baru, karena saat ini cadangan emas perusahaan itu kian menipis.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 05 Desember 2018  |  23:59 WIB
Aktivitas pekerja tambang di Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor, Desa Bantar Karet, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/9). - JIBI/Nurul Hidayat
Aktivitas pekerja tambang di Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor, Desa Bantar Karet, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/9). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA-- PT Aneka Tambang Tbk kedepannya masih akan mencari wilayah tambang komoditas emas baru, karena saat ini cadangan emas perusahaan itu kian menipis.

Direktur Utama ANTM Arie Prabowo Ariotedjo menyebut saat ini produksi utama emas dan perak ANTAM berasal dari tambang bawah tanah Pongkor, Jawa Barat dan Cibaliung, Banten.

Produksi emas di Pongkor dimulai pada 1994 sedangkan tambang Cibaliung diakuisisi dari perusahaan Australia, Arc Exploration pada tahun 2009 dan mulai beroperasi pada 2010.

Perusahaan pelat merah itupun mengutamakan mencari proyek anorganik yang sudah berpoduksi dan matang tanpa harus melakukan eksplorasi.

Pasalnya, sebut Arie, perusahaan telah memiliki proyek tambang emas bersifat greenfield (proyek yang benar-benar baru) di Oksibil Pegunungan Bintang Papua. Kepemilikan saham BUMN di wilayah itu sebesar 100%.

“Tahun depan mulai pengeboran, karena status hutannya untuk eksplorasi sudah keluar setelah sempet terhenti. Potensinya masih bagus,"katanya dikutip Rabu (5/12/2018).

Selain itu, perusahaan juga akan memulai eksplorasi tambang emas tahun depan di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat dengan perusahaan internasional asal Brasil, PT Vale dalam entitas baru, yakni PT Sumbawa Timur Mining. Komposisinya Vale sebesar 80%, sisanya Antam 20%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

antam tambang emas
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top