Pengembang Intens Garap Pasar Apartemen Bogor

Pengembang properti tampaknya melihat pasar apartemen di Bogor masih bisa tumbuh dan terserap baik di tengah kondisi properti yang melesu. Hal tersebut terbukti dari optimisme pengembang yang baru meluncurkan apartemen baru dalam beberapa waktu terakhir.
Maria Elena & Finna U. Ulfa | 04 Desember 2018 17:36 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Pengembang properti tampaknya melihat pasar apartemen di Bogor masih bisa tumbuh dan terserap baik di tengah kondisi properti yang melesu. Hal tersebut terbukti dari optimisme pengembang yang baru meluncurkan apartemen baru dalam beberapa waktu terakhir.

Direktur Utama PT Izumi Sentul Realty Ricky Kinanto Teh mengatakan apartemen Opus Park yang terletak di Sentul City, Bogor mendapatkan respons yang tinggi dari pasar pada saat peluncuran perdananya.

"Konsumen sangat antusias dengan apartemen Opus Park setelah melihat progres pembangunannya, sehingga bisa melihat wujudnya. Apalagi kami juga telah membuat show unit yang dihadirkan di marketing gallery yang memiliki fasilitas theatre untuk konsumen guna memvisualisasikan bagaimana konsep pengembangan apartemen Opus Park,” ujar Ricky.

Proyek joint venture antara PT Sentul City Tbk. (BKSL) dengan Sumitomo Corporation dan Hankyu Hanshin Properties Corporation tersebut terdiri atas 3 menara ikonik yang dapat menampung sebanyak 1.077 unit dengan total investasi mencapai Rp1,2 triliun.

Apartemen Opus Park dipasarkan dalam 8 tipe dengan luasan mulai dari semi gross 40,48 m2 hingga 158,86 m2 yang dibanderol dari harga Rp752 juta hingga Rp3,25 miliar per unit.

Andy K Natanael, Founder Projek dan Proviz dan konsultan pemasaran apartemen Opus Park optimistis satu menara Opus Park sebanyak 364 unit dapat terserap hingga akhir 2018, sedangkan keseluruhan unit dapat terserap dalam kurun waktu 2,5 tahun ke depan.

Hal yang sama juga dikemukakan Department Head Sales Royal Tajur, Frans Hartono. Dia optimistis proyek apartemen Royal Heights Apartment di kawasan perumahan Royal Tajur, Bogor akan terserap baik, terutama oleh konsumen milenial karena kemudahan pembiayaan yang ditawarkan.

"Kami optimistis pemasaran tower satu ini sold out hingga akhir tahun ini, seiring dengan rencana ground breaking pembangunan konstruksinya pada Desember 2018," ujar Frans.

Royal Heights Apartment merupakan apartemen lowrise dengan lima lantai yang dibangun di atas lahan seluas 5.415 m2. Apartemen tersebut dibanderol harga mulai dari Rp300 juta hingga Rp500 juta per unit dan telah terserap sebanyak 80% pada menara pertama sejak dipasarkan pertama kali pada April 2018.

Adapun, skema pembiayaan yang ditawarkan Royal Heights adalah tunai bertahap ke pengembang 24 kali, tunai keras hadiah langsung skutik premium, KPA ekspress hadiah langsung skutik premium, KPA DP (Down Payment) dicicil 12 kali, dan KPA bebas DP atau Subsidi DP.

Skema tersebut dinilai dapat menarik perhatian konsumen mileniah karena sesuai dengan kebutuhannya yaitu keringanan biaya uang muka.

Andalkan Lokasi

Sementara itu, Direktur Marketing PT Cowell Development Tbk. Firdaus Fahmi mengatakan perkembangan Bogor memang lebih lambat dibandingkan dengan kota lainnya. Namun, pihaknya optimistis karena mengaku menguasai target pasar dari apartemen yang digarapnya, Grand Central Bogor, yang tidak dikuasai oleh pengembang lain.

"Kami sudah sangat yakin. Lokasi yang kami pilih sudah sangat bagus. Di tengah developer mengerem launching dan penjualan, kami melihat peluang. Kami mencoba masuk ke area merah karena kami yakin dengan target pasar, komitmen dan produk yang akan kami jual," kata Firdaus.

PT Mega Graha Citra Perkasa, member dari PT Cowell Development Tbk, mengembangkan Grand Central Bogor yang merupakan satu-satunya apartemen yang berdiri di jantung kota Bogor, yaitu di samping stasiun Bogor.

Grand Central Bogor menyasar pasar menengah dengan harga unit yang ditawarkan mulai dari Rp16 juta per m2 dengan dua tipe unit, yaitu tipe studio seluas 25 m2 dan tipe 2 bedroom seluas 42 m2 hingga 86 m2.

Selain itu, Grand Central Bogor akan dikembangkan dengan konsep Smart Connecting Living, yaitu hunian yang terintegrasi dengan pusat interaksi, komunal, perkantoran, hiburan dan komersial dalam suatu ploting area yang disebut Smart Junction Box.

Beberapa lantai apartemen di Grand Central Bogor juga akan difungsikan sebagai sky garden yang sekaligus dimanfaatkan untuk wahana berinteraksi bagi penghuni.

Tag : proyek apartemen
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top