Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Powell Buka Kemungkinan "Rem" Laju Kenaikan Suku Bunga Acuan

Dalam pidato yang dianggap sebagai pergeseran dalam ke arah dovish dari pernyataan bulan lalu, Powell mengatakan pada Rabu bahwa serangkaian kenaikan suku bunga telah membawa kebijakan "hanya di bawah" kisaran perkiraan netral, yang tidak memacu atau membatasi ekonomi.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 November 2018  |  09:12 WIB
Jerome Powell -
Jerome Powell -

Bisnis.com JAKARTA – Gubernur bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve, Jerome Powell membuka pintu bagi potensi penurunan laju kenaikan suku bunga yang diproyeksikan pada 2019, menyusul peningkatan yang sangat diharapkan pada bulan Desember.

Dalam pidato yang dianggap sebagai pergeseran dalam ke arah dovish dari pernyataan bulan lalu, Powell mengatakan pada Rabu bahwa serangkaian kenaikan suku bunga telah membawa kebijakan "hanya di bawah" kisaran perkiraan netral, yang tidak memacu atau membatasi ekonomi.

Dia juga mencatat bahwa ekonomi belum merasakan dampak penuh dari kenaikan Fed Funds Rate.

Komentar Powell memicu lonjakan pasar saham yang telah bergejolak akhir-akhir ini dan muncul di tengah kritik berulang-ulang terhadap kenaikan suku bunga oleh Presiden Donald Trump.

Pada pertemuan kebijakan The Fed September lalu, para pejabat menargetkan tiga kali kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin untuk tahun depan.

Estimasi tersebut dapat jatuh ke dua kali pada pertemuan 18-19 Desember mendatang, ungkap kepala ekonom Wrightson ICAP LLC, Lou Crandall.

"Anda tidak lagi berada pergerakan paksa menuju netralitas. Saat Anda semakin dekat, Anda harus melakukan sedikit lebih banyak,” ungkap Lou, seperti dikutip Bloomberg.

Setelah pidato Powell tersebut, indeks S&P 500 dan Dow membukukan kenaikan persentase terbesar mereka dalam delapan bulan pada akhir perdagangan Rabu, sementara Nasdaq mencatat kenaikan terbesarnya hanya dalam satu bulan terakhir.

Kenaikan sebanyak 25 basis poin bulan depan akan mengangkat target suku bunga bank sentral ke kisaran 2,25%-2,5%. Angka tersebut akan membawa ke bagian bawah kisaran perkiraan suku bunga pada bulan September dari 15 gubernur The Fed regional, yang memberikan angka dari 2,5% hingga 3,5%.

Outlook yang solid

Powell tetap optimis terhadap perekonomian dengan memperkirakan pertumbuhan yang terus berlanjut, rendahnya, pengangguran, dan inflasi yang mendekati target The Fed sebesar 2%

 "Ada banyak hal yang bisa disukai tentang pandangan ini," katanya dalam pidato di Economic Club of New York.

Namun dia memperingatkan bahwa hal-hal bisa berubah jauh berbeda dari yang diharapkan The Fed. "Tidak ada jalur kebijakan standar," lanjutnya.

Powell, dalam pernyataannya hanya dua pekan lalu, memperkirakan tiga kemungkinan tantangan untuk pertumbuhan di 2019, yaitu melambatnya permintaan di luar negeri, pudarnya stimulus fiskal dalam negeri, dan dampak ekonomi yang terseisa dari kenaikan suku bunga Fed di masa lalu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

federal reserve
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top