Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apkindo Minta Kemudahan Akses Pembiayaan Perbankan

Bisnis.com, JAKARTA-- Asosiasi Panel Kayu Indonesia (Apkindo) meminta pemerintah untuk dapat memberikan kemudahan akses pembiayaan dari perbankan untuk mendorong pengembangan Hutan Tanaman Industri (HTI), terutama kayu pertukangan.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 26 November 2018  |  21:34 WIB

Bisnis.com, JAKARTA-- Asosiasi Panel Kayu Indonesia (Apkindo) meminta pemerintah untuk dapat memberikan kemudahan akses pembiayaan dari perbankan untuk mendorong pengembangan Hutan Tanaman Industri (HTI), terutama kayu pertukangan.

Pasalnya, menurut Martias, pembangunan HTI saat ini tidak bisa berkembang, khususnya HTI kayu pertukangan, lantaran tidak bisa mendapatkan pendanaan pinjaman dari perbankan, terutama terkait agunan.

"HTI tidak bisa berkembang karena tidak mendapat pendanaan pinjaman dari perbankan yang mensyaratkan jaminan berupa hak atas tanah," ujarnya, Senin (26/11/2018).

Dia mengaku bahwa para pelaku usaha susah memenuhi persyaratan perbankan yang mensyaratkan jaminan berupa hak atas tanah.

Pasalnya, HTI hanya berupa SKHPHTI dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang mana hal ini berbeda dengan hak guna usahakan (HGU) yang diterbitkan oleh BPN (Badan Pertanahan Nasional).

Menurutnya, pihak perbankan mengatakan syarat jaminan harus berupa collateral peminjaman dana sesuai dengan ketentuan OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

"Jika ingin HTI berkembang, maka sekiranya syarat tersebut dapat diganti dengan memberikan jaminan fidusia atas tanaman HTI dan dilindungi dengan asuransi aset berupa HTI," ujarnya.

Menurutnya, selain HTI, saat ini beberapa IUPHHK Hutan Alam Produksi (HPH) juga sudah banyak yang melakukan penanaman atau mengembangkan sistem silvikultur untuk meningkatkan potensi dan produksi kayu, seperti dengan melaksanakan SILIN (Silvikultur Intensif).

"Penanaman intensif yang dilakukan perusahaan itu juga membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Sementara itu, tidak ada jaminan bagi perusahaan (HPH) untuk dapat memanen hasil tanamannya dari hasil investasi yang tidak sedikit itu, karena masa izin perusahaan terbatas atau pendek," ujarnya.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan gairah investasi penanaman di areal HPH, perlu kiranya masa izin atau umur HPH dapat diperpanjang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan
Editor : Achmad Aris

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top