Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Malaysia Siap Bantu Industri Perkeretaapian Indonesia

Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE) sebagai agensi promosi perdagangan Malaysia mengorganisir kunjungan delegasi dari 16 perusahaan perkeretaapian Malaysia ke Indonesia.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 14 November 2018  |  12:58 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE) sebagai agensi promosi perdagangan Malaysia mengorganisir kunjungan delegasi dari 16 perusahaan perkeretaapian Malaysia ke Indonesia.

Langkah ini merespon keinginan para pelaku industri perkeretaapian Malaysia yang tertarik pada perkeretaapian di Indonesia.

 “Pemerintah Indonesia terus – menerus membangun infrastruktur negara, kami ingin berpartisipasi dengan berbagi pengetahuan dan keahlian kami untuk mengembangkan negara tetangga kami. Hal ini sejalan dengan aspirasi Perdana Menteri Malaysia, Malaysia makmur dengan memakmurkan negara tetangga”, kata Mr. Har Man, trade commisioner Kantor Dagang (MATRADE) Kedutaan Besar Malaysia dalam siaran persnya.

Program ini akan berjalan dari tanggal 13 – 16 November 2018. MATRADE bersama Kedutaan Besar Malaysia mengatur pertemuan antara delegasi Malaysia dengan KADIN sebagai pembuka.

Malaysia memiliki sistem perkeretaapian yang baik, terutama bila kita lihat Kuala Lumpur dengan Jakarta, selain itu kedua negara memiliki banyak kesamaan. Bila dilihat dari aspek geografis, lingkungan, dan sosio – kultural, keduanya mirip. Pengalaman membangun, mengoperasikan dan memelihara sistem perkeretaapian yang canggih di Malaysia akan sangat bernilai bagi Indonesia. 

“MARIC ingin menekankan bahwa produk perkeretaapian Malaysia selalu siap dan dapat melengkapi kebutuhan industri perkeretaapian Indonesia”, kata Mr. Haniff Ghazali, Sekretaris MARIC (Malaysian Rail Industry Corporation).

Lebih lanjut, para delegasi Malaysia akan bertemu dengan Kementerian Transportasi Indonesia hari ini, Rabu (14/11), untuk mendapatkan pandangan mengenai kebijakan transportasi di Indonesia, dan pada hari yang sama dengan PT Jakarta Propertindo (JAKPRO).

Akan ada diskusi mengenai kemungkinan kerjasama antara JAKPRO, perusahaan daerah milik Pemprov DKI Jakarta dengan perusahaan Malaysia.

Pihak Indonesia menunjukkan ketertarikan. Melalui pertemuan dengan pihak Malaysia, BKPM sebagai badan yang mengatur investasi meyakinkan asistensi untuk investasi asing dengan mempresentasikan sistem daring. Pemerintahan Batam melalui Otorita Pengembangan Industri (BIDA) juga mengajukan proposal investasi di kawasan tersebut. 

Beberapa perusahaan Malaysia seperti Emrail, dan MintConsuly sudah menjajaki kemungkinan kerjasama dengan perusahaan konstruksi di Indonesia, yaitu Wika dan ADHI. “MARIC siap menawarkan produk Malaysia untuk diujicoba di jalur – jalur kereta api yang sudah ada di Indonesia. Produk tersebut termasuk kategori segmen prediksi dan pencegahan yang dapat menambah umur operasional rel sekaligus menghemat biaya perawatan” kata Mr. Haniff.

Program ini berakhir pada 16 November dengan diskusi yang diorganisir secara mandiri oleh para delegasi maupun pihak Indonesia. “MATRADE memiliki peran vital untuk membuka akses pasar dan memformulasi strategi untuk bisnis lintas batas negara seperti ini”, ujar Mr. Haniff. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia ditjen perkeretaapian
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top