Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PDB Korea Selatan Tumbuh di Bawah Perkiraan pada Kuartal III/2018

Ekonomi Korea Selatan tumbuh lebih lambat dari yang diperkirakan pada kuartal III/2018 karena penurunan investasi konstruksi dan fasilitas, menimbulkan keraguan baru mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Bank of Korea bulan depan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 25 Oktober 2018  |  09:00 WIB
PDB Korea Selatan Tumbuh di Bawah Perkiraan pada Kuartal III/2018
Bank sentral Korea. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Ekonomi Korea Selatan tumbuh lebih lambat dari yang diperkirakan pada kuartal III/2018 karena penurunan investasi konstruksi dan fasilitas, menimbulkan keraguan baru mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Bank of Korea bulan depan.

Berdasarkan data Bank of Korea pada Kamis (25/10/2018), Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat 0,6% dalam pada kuartal III dari kuartal sebelumnya (Quarter-on-Quarter/QoQ), yang juga meningkat dengan kecepatan yang sama.

Angka ini lebih rendah dari estimasi ekonom dalam survei Bloomberg yang memperkirakan pertumbuhan 0,8% QoQ. Sementara itu, dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya, PDB tumbuh 2,0%, lebih rendah dari median perkiraan ekonom sebesar 2,3%.

Angka ini merupakan laju paling lambat sejak 2009, yang sebagian karena pertumbuhan sangat kuat selama periode tahun sebelumnya.

Dilansir Bloomberg, meskipun ekspor masih tumbuh, ekonomi Korea Selatan telah kehilangan tenaga karena investasi merosot dan lapangan kerja baru menurun tajam. Fakta bahwa Gubernur BOK, Lee Ju-yeol, telah menyampaikan sinyal hawkish pada suku bunga berujung pada perlunya mengatasi ketidakseimbangan keuangan yang sedang tumbuh daripada risiko ekonomi yang terlalu panas.

BOK memangkas perkiraan pertumbuhan 2018 menjadi 2,7% dari 2,9% awal bulan ini dan tak mengubah prospek inflasi pada 1,6%. Lee mengatakan ekonomi yang bergantung pada ekspor akan terus tumbuh kira-kira sesuai dengan potensinya, tetapi dengan perang perdagangan AS-China, pandangan tersebut akan diuji.

Joo Won, ekonom Hyundai Research Institute, mengatakan angka PDB ini menunjukkan meningkatnya kemungkinan bahwa perkiraan ekspansi ekonomi BOK sebesar 2,7% untuk tahun ini mungkin bahkan tidak dapat dipenuhi, dan hal tersebut menimbulkan keraguan pada kenaikan suku bunga bulan depan.

"Tren penurunan pertumbuhan ekonomi telah menjadi lebih jelas,” ungkap Joo, seperti dikutip Bloomberg, Kamis (25/10/2018).

Joo menambahkan, sengketa perdagangan AS-China pasti akan berdampak pada ekonomi Korea, namun masalah yang lebih besar adalah peta jalan ekonomi China ke depan.

“Sengketa perdagangan bisa memicu perlambatan ekonomi di China dan itu menjadi perhatian yang lebih besar bagi kami. Jika hal ini menyentuh Pasar domestik China, itu akan berakibat fatal bagi ekspor Korea," lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ekonomi Korsel
Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top