AirNav Indonesia Gunakan Mobile Tower di Bandara Palu

AirNav Indonesia menggunakan mobile tower sebagai sarana pemandu navigasi udara di Bandara Mutiara SIS Al Jufri, Palu, mulai Senin (8/10/2018).
Rio Sandy Pradana | 08 Oktober 2018 12:07 WIB
Lokasi mobile tower milik AirNav Indonesia yang dipasang di Bandara Mutiara SIS Al Jufri, Palu dan mulai digunakan pada Senin (8/10). - Dok. AirNav Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA -- AirNav Indonesia menggunakan mobile tower sebagai sarana pemandu navigasi udara di Bandara Mutiara SIS Al Jufri, Palu, mulai Senin (8/10/2018).

Manager Humas AirNav Indonesia Yohanes Sirait mengatakan mobile tower tersebut didatangkan langsung dari Lombok. Direktur Teknik Ahmad Aulia akan memimpin langsung tim dan memastikan mobile tower segera beroperasi.
 
"Titik lokasi pemasangan ditentukan di dekat bangunan tower yang lama. Tim kemudian menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan seperti jaringan power supply dan jaringan telepon dan kemudian menaikkan cabin tower sesuai ketinggian yang dibutuhkan, hingga tes kestabilan kabin," papar Yohanes dalam keterangan resmi, Senin (8/10).
 
Dia menambahkan tahapan selanjutnya adalah melakukan pengaturan frekuensi, uji coba jangkauan peralatan frekuensi sangat tinggi (Very High Frequency/VHF) yang ada di kabin, serta memasang fasilitas komunikasi darat (ground to ground) untuk koordinasi. Seluruh proses pemasangan ini dilakukan ekstra hati-hati sebab tidak boleh mengganggu operasional tower darurat yang beroperasi 24 jam.
 
Tahap paling akhir adalah melakukan uji coba operasional. Setelah melakukan serangkaian uji coba, pelayanan navigasi akhirnya dipindah ke mobile tower mulai pagi ini.
 
Pelayanan melalui mobile tower ini memiliki keunggulan dari tower darurat sebelumnya karena dilengkapi sejumlah peralatan canggih sehingga jangkauan radio VHF di atas 100 Nautical Mile (NM) yang membuat jangkauan komunikasi lebih luas. Dengan demikian, dapat mempercepat komunikasi tower dengan pesawat.

Mobile tower juga lebih bersahabat bagi para petugas pemandu navigasi (Air Traffic Controller/ATC). Dimensi kabin dengan panjang 6.058m, lebar 2.438m dan tinggi 2.438m membuat ruang gerak petugas lebih leluasa.
 
Kabin juga dilengkapi fasilitas lampu penerangan, control deskhead set/hand mic, recorder, signal light gun, emergency lamp, serta pendingin ruangan. Hal ini dibutuhkan agar ATC dapat berkonsentrasi penuh dalam melayani penerbangan, mengingat kepadatan penerbangan di Bandara Palu.
 
Sebelum bencana, setiap hari maksimal hanya ada 35 penerbangan yang dilayani. Namun, saat ini setiap harinya hampir 200 penerbangan dari dan ke Palu dilayani oleh AirNav Indonesia.
 
"Beroperasinya mobile tower ini merupakan bentuk komitmen kami dalam upaya pemulihan gempa dan tsunami di Palu," ujar Yohanes.
 
Saat gempa terjadi pada Jumat (28/9), tower AirNav di Bandara Palu roboh dan sejumlah peralatan navigasi mengalami kerusakan. Bahkan, seorang personil navigasi penerbangan, Antonius Gunawan Agung, turut gugur dalam gempa tersebut.
 

Tag : AirNav, Gempa Palu
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top