Timor Leste Topang Penguatan Kunjungan Wisman ke Indonesia

Pelaku bisnis sektor pariwisata menyebut kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang tahun ini lebih ditopang lonjakan turis asal Timor Leste.
Yanita Petriella | 02 Oktober 2018 14:48 WIB
Alor di Nusa Tenggara Timur (NTT). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku bisnis sektor pariwisata menyebut kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang tahun ini lebih ditopang lonjakan turis asal Timor Leste.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisman sepanjang Januari—Agustus tahun ini mencapai 10,58 juta orang, naik 12,3% dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 9,42 juta.

Menariknya, kunjungan wisawatan mancanegara yang berasal dari negara pasar nontradisional seperti Timor Leste pada Januari—Agustus tahun ini justru terpantau melonjak sebesar 88,92% secara year on year (yoy) menjadi 1,17 juta orang dari 622.200 orang pada rentang yang sama tahun lalu.

Ketua Umum Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Asnawi Bahar mengonfirmasi, pelancong asal Timor Leste memang berkontribusi cukup besar pada total kunjungan wisman tahun ini.

“Wisatawan asal Timor Leste ini paling banyak datang ke Indonesia lewat jalan darat yakni masuk lewat jalur darat di Pos Lintas Batas Negara [PLBN] Mota Ain, Atambua, Kabupaten Belu,” ujarnya kepada Bisnis.com, Senin (1/10/2018).

Dia mengungkapkan, kebanyakan wisman asal Timor Leste ini menuju destinasi wisata Tanah Air di sekitar Timor Leste seperti Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pasalnya, provinsi tersebut dinilai memiliki destinasi wisata alam yang indah, serta menyuguhkan kekayaan wisata budaya dan rohani dengan adanya patung Bunda Maria.

“Mereka [wisman Timor Leste] sebagian besar berwisata rohani. Di NTT terdapat Patung Bunda Maria yang besar, mereka datang ke situ,” katanya.

Selain Timor Leste, wisman asal Malaysia dan Singapura turut berkontribusi besar pada peningkatan jumlah kunjungan wisman sepanjang tahun berjalan.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2018, jumlah kunjungan wisman asal Malaysia mencapai 1,69 juta atau naik 25% dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 1,35 juta, sedangkan wisman asal Singapura mencapai 1,08 juta atau naik sebesar 11,2% dari tahun lalu sebanyak 973.000 orang.

“Destinasi yang dinikmati oleh wisman asal Malaysia dan Singapura ini yakni wisata alam. Kalau wisata belanja sudah ada di mereka [Negara Singapura dan Malaysia],”  ucap Asnawi.

Saat dihubungi terpisah, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Junaedi menuturkan,  masih banyak pasar negara yang belum digarap maksimal guuna mendatangkan lebih banyak kunjungan wisman ke Tanah Air. Misalnya saja, negara-negara di kawasan Timur Tengah, Eropa Timur, dan lain sebagainya.

“Potensi yang ada di Indonesia ini besar dalam mendatangkan wisman. Mulai dari kekayaan laut, alam yang indah, pegunungan, budaya, belanja hingga kuliner. Ini harus digarap secara maksimal untuk mendatangkan wisman,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BPS Suhariyanto memaparkan kunjungan wisman pada Agustus 2018 mengalami penurunan sebesar 1,93% menjadi 1,51 juta orang dari bulan sebelumnya yang mencapai  1,53 juta orang.

Bila dibandingkan dengan Agustus tahun lalu, jumlah kunjungan wisman pada Agustus 2018 meningkat 8,44% dari 1,39 juta orang. Penurunan kunjungan wisman pada Agustus disebabkan oleh adanya bencana gempa bumi di Lombok, NTT.

Akibatnya, sejumlah negara mengeluarkan travel advisory yang berdampak langsung pada turunnya kunjungan wisman dari China, Taiwan, Korsel, India, Thailand, Vietnam, Belanda, Australia dan Amerika.

“Yang perlu dilihat, Agustus ini musim liburan usai, sehingga kunjungan wisman menurun sejak Juli. Selain itu, ada gempa Lombok. Namun, Asian Games tetap menyumbang jumlah kunjungan wisman pada Agustus ini sehingga tetap tumbuh dari tahun lalu,” terang Suhariyanto.

Tag : kunjungan wisman
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top