Potensi "Outbound Travel" dari Indonesia Masih Menggiurkan

Perkembangan bisnis outbound travel dari Indonesia mendapat dukungan dari peningkatan daya beli masyarakat, yang sebagian besar anak muda, serta pesatnya pertumbuhan teknologi digital.
Dewi Andriani | 29 September 2018 13:13 WIB
Pengunjung memadati Singapore Airlines - BCA Travel Fair 2018 di Jakarta, Jumat (23/2). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Perkembangan bisnis outbound travel dari Indonesia mendapat dukungan dari peningkatan daya beli masyarakat, yang sebagian besar anak muda, serta pesatnya pertumbuhan teknologi digital.

Berdasarkan laporan Mastercard Future of Outbound Travel in Asia Pacific (2016 to 2021), Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan outbound travel terbesar di Asia, yaitu sebesar 8,6% per tahun. Indonesia berada di posisi ketiga setelah Myanmar yang meningkat 10,6% dan Vietnam 9,5%.

Berbagai destinasi wisata di Asia juga masih menjadi tujuan favorit dari peningkatan angka outbound travel Indonesia ini. Japan National Tourism Organization bahkan melaporkan bahwa pada 2017, jumlah penduduk Indonesia yang bepergian ke Jepang mencapai 352.330 orang, didominasi kunjungan untuk berwisata sebanyak 291.532 orang.

Dalam 10 tahun terakhir, jumlah kunjungan wisatawan Indonesia ke Jepang meningkat hampir 8 kali lipat. Pada 2007, angkanya hanya sebanyak 38.430 orang.

Laporan tersebut menilai Indonesia memiliki prospek pertumbuhan outbound travel yang cerah seiring dengan masih rendahnya rasio pengeluaran untuk bepergian ke luar negeri dibandingkan pengeluaran rumah tangga, yaitu hanya 10%.

“Jumlah penduduk Indonesia yang berwisata ke luar negeri diperkirakan mencapai 7 juta orang pada 2016 dan tumbuh rata-rata 8,6% per tahun menjadi 10,6 juta orang pada 2021. Rasio pengeluaran untuk outbound travel juga bakal naik menjadi 15,4% dalam 3 tahun mendatang,” ungkap laporan tersebut.

Tag : travel
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top