Tingkatkan Kualitas Penegakan Hukum, KLHK Tambah dan Bekali Personil

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan peningkatan jumlah dan kapasitas petugas penegak hukum menyusul masih terjadinya gap antara jumlah dan dan kemampuann para petugas dengan kasus yang terjadi saat ini.
Juli Etha Ramaida Manalu | 26 September 2018 20:48 WIB
Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar memberikan paparan saat presentasi kebijakan kehutanan di Jakarta, Rabu (11/7/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA— Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan peningkatan jumlah dan kapasitas petugas penegak hukum menyusul masih terjadinya gap antara jumlah dan dan kemampuann para petugas dengan  kasus yang terjadi saat ini.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum (KLHK) Rasio Ridho Sani menyebutkan semakin kompleksnya kasus-kasus terkait lingkungan dan kehutanan yang terjadi saat ini masih belum dibarengi dengan jumlah dan kemampuanpetugas penegak hukum (gakkum) yang dimiliki KLHK.

Padahal, hasil penyelidikan mereka menentukan apakah suatu kasus bisa terungkap dan dimenangkan atau malah justru berakhir dengan lepasnya para pelaku pengrusakan hutan atau lingkungan.

“Ini memang challenge. Challenge internal bahwa tiba tiba kita menghadapi kasus yang banyak. Kita selalu ada gap antara capacity kita dengan problem. Saya bilang ke teman-teman semua bahwa kita harus naik kelas. Kualitas pendidikan kita itu tidak seperti ini lagi, terlalu cepat puas. Kalau kalian menyelidiki itu kalian pelajari benar-benar, sehingga kalau kalian menanyakan sesuatu cara bertanya dan sebagainya itu lebih jelas,” ujarnya, Rabu (26/9/2018).

Dia mencontohkan, fungsi salah satu penegak hukum yang ada di Indonesia saat ini seperti KPK bisa berjalan dengan baik dan berhasil menjerat para pelaku korupsi karena didukung oleh jumlah dan kualitas sumber daya manusia yang mumpuni.

Di KPK, katanya, satu kasus bisa saja diusut oleh puluhan penyidik. Belum lagi kualitas penyidik yang memang merupakan hasil penyaringan ketat pun mendukung kinerja mereka, khususnya para intelijen yang berperan mendulang informasi sebagai bagian penting dari penyelidikan.

Untuk itu, pihaknya pun melakukan lompatan dengan melakukan pembekalan terhadap para petugas untuk mendalami teknik penyelidikan dan memberikan pemahaman intelijen.

“Maka kami membangun center intelijen gakkum. Saya katakan pada teman-teman, kalau kita punya sistem yang kuat, 90% kasus itu ditentukan oleh informasi intelijennya. Yang tanya-menanya itu kan kecil sebenarnya,” jelasnya.

Ia tapi kalau bukti awalan uat kan sudah 90%. Kami juga melatih 200 orang untuk mendalami penyidikan, memberikanpemahaman intel, saaat in juga sedang proses 30 dan 20 penyidik baru

Saat ini, ada sekitar 73 orang pengawas dan penyidik yang baru yang menjalani pelatihan untuk mulai bertugas pada tahun depan. Selain itu ada pula rekrutmen penyidik baru dari internal kementerian untuk dilatih demi meningkatkan kemampuan penyelidikan.

Sejak berdiri selama sekitar 3 tahun, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum KLHK telah melakukan pencegahan atas 240 operasi pembalakan liar atau hasil hutan atas 11.005,48 meter kubik kayu dan 254 operasi perambahan dengan total luasan 8,089 juta hektar.

Adapula penyelesaian berupa 18 gugatan dan  123 kesepakatan yang berujung pada penyelamatan kerugian negara senilai Rp17,9 triliun dari putusan inkracht dan Rp57,3 miliar nilai ganti kerugian dan pemulihan.

Tag : lingkungan hidup
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top