META Akuisisi 80% PLTBm Mempawah Rp120 Miliar

PT Nusantara Infrastructure Tbk., perusahaan yang bergerak di infrastruktur jalan tol, air bersih, dan energi, resmi mengambil alih Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) Mempawah berkapasitas 15 megawatt.
Sepudin Zuhri | 24 September 2018 10:25 WIB
PT Nusantara Infrastructure Tbk. - Istimewa

Bisnis.com, MEMPAWAH - PT Nusantara Infrastructure Tbk., perusahaan yang bergerak di infrastruktur jalan tol, air bersih, dan energi, resmi mengambil alih Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) Mempawah berkapasitas 15 megawatt.

Emiten berkode saham META  itu mengakuisisi 80% saham PT Rezeki Perkasa Sejahtera Lestari yang telah membangun PLTBm Mempawah. Sisa saham 20% masih tetap dimiliki oleh anak usaha Growth Steel Group, perusahaan baja milik penguasaha asal Sumatra Utara.

Chief Executive Officer Nusantara Infrastructure M. Ramdani Basri mengatakan bahwa dana untuk akuisisi pembangkit energi terbarukan itu berasal dari kas internal perusahaan. Namun, katanya, pembelian aset itu dapat digunakan untuk mendapatkan pinjaman baru dari perbankan. 

"Closing [penuntasan akuisisi] pada akhir Agustus [2018] senilai Rp120 miliar untuk 80% saham [PLTBM Mempawah]," katanya (24/9/2018).

Ramdani menjelaskan, nilai akuisisi tersebut tidak seberapa dibandingkan dengan potensi bisnis di sektor energi baru dan terbarukan ke depan. "Jadi, ini uang sekolah untuk belajar di energi baru terbarukan."

Dia menjelaskan bahwa perusahaan baru masuk ke bisnis energi hijau sehingga masih membutuhkan peran dari Rezeki Perkasa Sejahtera Lestari sebagai pemrakarsa PLTBm Mempawah. "Itu salah satu alasan kami hanya mengambil alih 80% saham mereka. Kami masih ingin bekerja sama dengan mereka [Rezeki Perkasa Sejahtera Lestari]."

Nusantara Infrastructure fokus di sektor energi melalui anak usahanya, PT Energi Infranusantara. Selain PLTBm Mempawah, Energi Infrastrukcture juga sedang menyelesaikan pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 15 megawatt (MW) di Kabupaten Dairi, Sumatara Utara. PLTA tersebut ditargetkan beroperasi pada akhir 2019.

Grup Growth Steel membangun PLTBm Mempawah sejak Desember 2016. Pembangkit listrik berbahan bakar cangkang kelapa sawit dan kayu itu beroperasi secara komersial mulai 24 April 2018.

Berdasarkan data PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) per Juli 2018, total kapasitas pembangkit energi baru dan terbarukan yang beroperasi telah mencapai 6.660,3 MW atau 11,9% dari total keseluruhan pembangkit yang beroperasi 55.958 MW. Padahal, pemerintah menargetkan bauran energi baru terbarukan pada 2025 sebesar 23%.

Pembangkit hijau masih didominasi PLTA mencapai 4.010 MW disusul oleh pembangkit listrik panas bumi (PLTP) 1.948,5 MW, mini hidro 412 MW. Sementara itu, PLTBm, pembangkit listrik biogas (PLTBg), pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) hanya sebesar 198,8 MW. 

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027, penambahan pembangkit EBT dapat mencapai 14.912  MW dengan porsi terbesar dari PLTA dan PLTMH.

Tag : pembangkit listrik, nusantara infrastructure
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top