HARI LISTRIK NASIONAL KE-73, Menteri Jonan Tekankan Listrik Harus Semakin Terjangkau

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan kembali menekankan penggunaan listrik harus semakin merata dengan harga yang terjangkau.
Denis Riantiza Meilanova | 18 September 2018 20:27 WIB
Warga memeriksa jaringan listrik miliknya di salah satu Rusun di Jakarta, Senin (6/8/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, TANGERANG - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan kembali menekankan penggunaan listrik harus semakin merata dengan harga yang terjangkau.

Saat ini, rasio elektrifikasi nasional baru mencapai 97,15%. Masih ada sekitar 3% rasio elektrifikasi yang perlu dikejar. Artinya, masih ada sekitar 7,5 juta masyarakat Indonesia yang belum dapat menikmati listrik.

Hal itu ia sampaikan saat membuka acara Hari Listrik Nasional (HLN) ke-73 – POWER-GEN Asia 2018 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Selasa (18/9/2018).

Melalui acara tersebut diharapkan dapat ditemukan solusi untuk menciptakan ketersediaan listrik yang terjangkau.

"Pemerintah selalu mendorong harga listrik makin lama makin terjangkau," ujarnya.

POWER-GEN Asia 2018 merupakan forum khusus bagi para pelaku industri tenaga listrik Asia untuk bertukar ide, kerja sama bisnis, dan memperkuat koneksi global di Indonesia. Ini untuk pertama kalinya POWER-GEN Asia diselenggarakan di Indonesia dan digabung dengan peringatan HLN.

“Keberlanjutan sektor ketenagalistrikan adalah salah satu penggerak utama perekonomian dan pembangunan nasional Indonesia,” ujar Supangkat Iwan Santoso, Ketua Umum MKI (Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia).

Dia berujar peran pihak swasta dan pemerintah pun sangatlah penting dalam memastikan keberlanjutan pasokan listrik di seluruh Indonesia. Kecukupan pasokan listrik akan memastikan industri yang terus bertumbuh, harmonisasi antara perkotaan dan area terpencil (akses komunikasi, penerangan dan transportasi) yang lebih baik serta meningkatnya pendapatan negara.

Pemenuhan kebutuhan listrik sangat tergantung pada ketersediaan energi yang dibutuhkan, sehingga sinergi pemanfaatan energi fosil (batu bara, gas bumi dan minyak bumi) dengan energi terbarukan dan energi baru makin penting demi menjamin keberlanjutan pertumbuhan sektor ketenagalistrikan Indonesia.

"Kami yakin pertemuan berskala internasional dan interaksi dengan 250 perusahaan/organisasi dan puluhan peserta di Paviliun Indonesia ini berhasil menarik para investor baik lokal maupun internasional. Hal ini menandakan tingkat kesadaran yang tinggi di antara para pemangku kepentingan dalam mendukung inisiatif terkait perkembangan sektor ketenagalistrikan nasional," kata Iwan.

Tag : tarif listrik
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top