Harga Terigu Naik, Bagaimana Permintaannya? Berikut Jawaban Pengusaha

Asosiasi menyatakan permintaan tepung terigu dalam negeri tidak mengalami penurunan kendati produsen telah menaikkan harga jual menyusul tren pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Annisa Sulistyo Rini | 17 September 2018 23:17 WIB
Ilustrasi - Artisanfoodandlaw

Bisnis.com, JAKARTA--Asosiasi menyatakan permintaan tepung terigu dalam negeri tidak mengalami penurunan kendati produsen telah menaikkan harga jual menyusul tren pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Ratna Sari Loppies, Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo), mengatakan pabrikan tepung terigu berupaya untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi gejolak dengan kenaikan harga tersebut. Apalagi, sebagian besar produk tepung terigu diserap oleh usaha kecil dan menengah (UKM).

"Kami mengedukasi UKM kalau ada kenaikan harga dan kenaikan tersebut dilakukan secara bertahap. Kami jaga supaya tidak ada gejolak," katanya Senin (17/9/2018).

Berdasarkan data Aptindo, sepanjang semester I/2018, konsumsi tepung terigu dalam negeri tercatat sebesar 3,23 juta ton atau ekuivalen dengan 4,15 juta ton gandum. Jumlah tersebut tumbuh 5,95% secara tahunan.

Sementara itu, konsumsi sepanjang tahun lalu sebesar 6,22 juta ton atau setara dengan 7,98 juta ton gandum. Angka konsumsi tersebut tuumbuh 5,54% secara tahunan.

Segmen UKM menjadi penyerap tepung terigu utama dengan kontribusi sebesar 66%, sisanya diserap oleh industri besar. UKM yang menggunakan tepung terigu ini merupakan perusahaan yang menggunakan sistem manajemen tradisional dan dimiliki oleh keluarga, serta berorientasi komunitas.

Beberapa jenis UKM yang banyak menyerap tepung terigu antara lain bergerak di bidang roti, biskuit, kue modern dan tradisional, mi basah, dan lainnya.

Adapun, segmen perusahaan besar merupakan perusahaan besar yang menggunakan mesin berteknologi tinggi, manajemen profesional, dan beberapa di antaranya merupakan perusahaan terbuka.

Ratna menyatakan pabrikan tepung terigu juga tidak menahan impor gandum kendati rupiah melemah dan harga gandum global mengalami kenaikan. Selain itu, stok bahan gandum di tingkat produsen tepung terigu umumnya sudah aman untuk jangka waktu 3--6 bulan ke depan.

Dari sisi pasokan, produksi tepung terigu Indonesia diperkirakan akan menembus 6,5 juta ton hingga akhir 2018, naik dibandingkan 2017 yang sebesar 6,22 juta ton.

Ratna sebelumnya menyampaikan produsen dalam negeri menargetkan meningkatkan bisnis di sisi hilir. Asosiasi memperkirakan ekspor produk hilir seperti biskuit, wafer dan olahan lainnya mencapai US$1 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tepung terigu

Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top