Menhub: LRT Cibubur-Bogor Segera Dibangun

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan proyek light rail transit (LRT) Cibubur-Bogor akan segera dibangun.
Dewi Aminatuz Zuhriyah | 26 Agustus 2018 16:29 WIB
Kereta Light Rail Transit (LRT) melintas usai pelaksanaan salat Idul Adha di depan Masjid Agung Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (22/8). - ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan proyek light rail transit (LRT) Cibubur-Bogor akan segera dibangun.

Dia mengungkapkan proyek lanjutan itu ditargetkan dapat selesai dibangun dalam 2 tahun. Nantinya LRT akan dibangun hingga Terminal Baranangsiang.

“Ini ada LRT sekarang baru sampai Cibubur, tapi 2 tahun lagi sampai Bogor. LRT nanti sampai Terminal Baranangsiang nanti kita buat LRT yang lebih kecil mengelilingi Kota Bogor, jadi dengan adanya LRT yang sudah disetujui Presiden ini bisa dibangun dalam waktu dekat," ungkapnya, Sabtu (25/8).

Untuk rencana ini Menhub mengatakan pembangunan LRT lintas ini akan menggandeng perusahaan swasta yang berminat dengan menggunakan skema KPBU.

Sementara itu, progress prooyek kereta ringan atau LRT (light rail transit) Jakarta-Cibubur tengah menanti izin ujicoba operasi dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

"Masih menanti Dinas Perhubungan DKI Jakarta," ujar Staf Humas PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku manajemen proyek LRT Jakarta, Suharto di Jakarta, Rabu.

Suharto mengatakan kesiapan LRT Jakarta untuk melakukan ujicoba operasi berdasarkan dua rekomendasi teknis dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

Dua rekomendasi teknis yang diterima LRT Jakarta yaitu rekomendasi teknis dalam rangka ujicoba pengoperasian prasarana perkeretaapian fasilitas operasi kereta api ringan dan rekomendasi teknis prasarana perkeretaapian jalur ganda layang (elevated) dan bangunan kereta api ringan antara Stasiun Velodrome-Stasiun Kelapa Gading Mall.

Rekomendasi teknis pertama diterbitkan berdasarkan pertimbangan 36 dokumen dan lima ketentuan dalam rangka ujicoba, salah satunya yaitu prasarana LRT Jakarta antara Stasiun Velodrome-Stasiun Kelapa Gading Mall, Gardu Traksi Kelapa Gading Boulevard, Gardu Traksi Pulomas dan Gardu Traksi Velodrome dinyatakan dapat dioperasikan secara fungsional.

Kemudian, rekomendasi teknis kedua diterbitkan berdasarkan pertimbangan 34 dokumen dan lima hal terkait rekomendasi teknis, dua di antaranya adalah prasarana perkeretaapian berupa jalur ganda layang (elevated) LRT Jakarta antara Stasiun Velodrome-Stasiun Kelapa Gading Mall sepanjang 4,7 km itu layak untuk dioperasikan secara fungsional dan direkomendasikan untuk dioperasikan secara terbatas selama 30 hari mulai dari 21 Agustus-20 September 2018.

Dengan demikian, dua rekomendasi teknis dari Kemenhub tersebut telah cukup untuk mengantongi izin ujicoba operasi LRT Jakarta.

Sebelumnya, ujicoba LRT Jakarta dilakukan satu bulan untuk melihat dan mengatasi kekurangan pada kereta tersebut.

Kini, pihak Jakpro tengah mengurus tarif yang akan dikenakan untuk setiap penumpang yang ingin memakai moda transportasi tersebut.

Tag : LRT
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top