Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perbaiki 2 Pelabuhan di NTB, Kemenhub Realokasi Anggaran

Kementerian Perhubungan akan merealokasi anggaran 2018 dari sejumlah pos untuk mendanai perbaikan dua pelabuhan di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang rusak akibat gempa bumi.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 23 Agustus 2018  |  18:49 WIB
Wisatawan mancanegara meninggalkan Pelabuhan Bangsal usai dievakuasi dari Gili Trawangan di Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara, NTB, Senin (6/8). Sedikitnya 700 orang wisatawan bersama warga setempat dievakuasi dari Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno menuju Pelabuhan Bangsal mengantisipasi terjadinya gempa susulan.  - Antara
Wisatawan mancanegara meninggalkan Pelabuhan Bangsal usai dievakuasi dari Gili Trawangan di Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara, NTB, Senin (6/8). Sedikitnya 700 orang wisatawan bersama warga setempat dievakuasi dari Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno menuju Pelabuhan Bangsal mengantisipasi terjadinya gempa susulan. - Antara
Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan akan merealokasi anggaran 2018 dari sejumlah pos untuk mendanai perbaikan dua pelabuhan di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang rusak akibat gempa bumi. 
 
Direktur Kenavigasian Kemenhub Sugeng Wibowo mengatakan gempa telah menyebabkan sejumlah kerusakan infrastruktur perhubungan laut, khususnya di Pelabuhan Pamenang dan Carik, Lombok Utara.
 
Di Pelabuhan Pamenang, terjadi kerusakan gedung kantor, gedung terminal penumpang ambruk, kerusakan causeway, dan dermaga. Sementara di Pelabuhan Carik, beberapa fasilitas pelabuhan, seperti dermaga, terminal penumpang, gedung kantor, dan gudang, rusak. 
 
Kemenhub akan merealokasi anggaran 2018 untuk merehabilitasi fasilitas pelabuhan yang rusak. Berdasarkan informasi awal dari kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Pamenang, nilai kerusakan infrastruktur diestimasi lebih dari Rp2 miliar. 
 
"[Dana rehabilitasi] diambil dari kumpulan dana realokasi masing-masing direktorat atau UPT [unit pelaksana teknis]," kata Sugeng saat dihubungi, Kamis (23/8/2018).
 
Sekalipun rusak, menurut Sugeng, kedua pelabuhan masih beroperasi dan pelayanan publik tetap berjalan dengan segala keterbatasan. Namun, dia menjamin unsur keselamatan tetap diutamakan. 
 
Kemenhub, tutur Sugeng, akan mengupayakan perbaikan secepat mungkin. 
 
"Kami menunggu proses revisi anggaran. Kalau bisa, tahun anggaran ini, September atau Oktober," katanya. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gempa lombok
Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top