Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Presiden Jokowi: Alokasi Transfer Daerah dan Dana Desa Rp832 Triliun, Naik 9%

Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah merencanakan alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 sebesar Rp832,3 triliun atau meningkat 9% dibandingkan dengan perkiraan realisasi pada 2018.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 16 Agustus 2018  |  15:41 WIB
Rakornas Pembinaan Penyelenggaraan Pemerintah Desa, Pusat, dan Daerah di Jakarta International Expo, Jakarta, Senin (14/5 - 2018). Presiden Joko Widodo mengingatkan agar dana desa tidak kembali ke Jakata.
Rakornas Pembinaan Penyelenggaraan Pemerintah Desa, Pusat, dan Daerah di Jakarta International Expo, Jakarta, Senin (14/5 - 2018). Presiden Joko Widodo mengingatkan agar dana desa tidak kembali ke Jakata.

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah merencanakan alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 sebesar Rp832,3 triliun atau meningkat 9% dibandingkan dengan perkiraan realisasi pada 2018.

Pernyataan itu disampaikan oleh Presiden dalam Pidato Penyampaian Keterangan Pemerintah Atas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang RAPBN 2019 beserta Nota Keuangannya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Anggaran itu meningkat sekitar 45,1% dari realisasi 2014 yang sebesar Rp573,7 triliun.

"Dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa telah mampu meningkatkan kinerja pelayanan dasar publik di daerah yang tercermin dari membaiknya beberapa indikator kesejahteraan masyarakat," papar Jokowi.

Menurutnya, dalam periode 2014-2017, Indeks Kesenjangan Antar Daerah menurun dari 0,759 menjadi 0,668, persentase persalinan yang ditangani oleh tenaga kesehatan meningkat dari 87,1% menjadi 93,3% ,serta akses rumah tangga terhadap sanitasi yang layak meningkat dari 61,1% menjadi 67,9%.

"Selain itu, melalui pelaksanaan Dana Desa yang mulai dialokasikan sejak 2015, berbagai sarana prasarana yang bermanfaat bagi masyarakat telah berhasil dibangun," lanjut Kepala Negara.

Realisasi anggaran Dana Desa sebesar Rp127,2 triliun dalam periode 2015-2017 antara lain dimanfaatkan untuk pembangunan sekitar 124.000 kilometer (km)  jalan desa, 791 km jembatan, akses air bersih 38.300 unit, sekitar 3.000 unit tambatan perahu, 18.200 ribu unit PAUD, 5.400 unit
Polindes, 6.600 unit pasar desa, 28.800 unit irigasi, 11.600 unit Posyandu, dan sekitar 2.000 unit embung.

"Pemerintah juga telah melakukan penyempurnaan pengalokasian Dana Desa untuk lebih berpihak pada desa tertinggal dan desa sangat tertinggal, yang mempunyai penduduk miskin tinggi. Pemanfaatan Dana Desa juga diarahkan untuk skema padat karya tunai guna memperkuat pendapatan dan daya beli masyarakat, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa," sebut Jokowi.

Dia melanjutkan hingga semester pertama Tahun Anggaran 2018, realisasi Dana Desa telah mencapai Rp35,9 triliun atau 59,8% dari pagunya.

Realisasi dana tersebut antara lain digunakan untuk membangun 5.300 km jalan desa, 24,1 km jembatan, 6.000 unit akses air bersih, 508 unit tambatan perahu, 1.600 unit PAUD, 910 unit Polindes, 845 unit pasar desa, 10.800 ribu unit irigasi, 677 unit posyandu, dan 664 unit embung.

"Dengan pencapaian itu, serta evaluasi perbaikan yang terus dilakukan, pemerintah berkeyakinan anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp832,3 triliun pada 2019 akan memperkuat pemerataan pembangunan di 34 provinsi, 508 kabupaten/kota, hingga 74.957 desa," ucap Presiden.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rapbn Jokowi
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top