Baidu Perkuat Kemitraan Dengan Kemenpar Lewat Strategi SEM dan Display Ads

Baidu, perusahaan teknologi asal China, melanjutkan kemitraan strategis dengan Kementerian Pariwisata untuk mengerek jumlah wisatawan ke Indonesia. Kerja sama ini pertama kali dijalin pada 2016. 
Annisa Margrit | 10 Agustus 2018 12:15 WIB
Sejumlah wisatawan dari China tiba di Bandara Sam Ratulangi - Antara/Adwit B. Pramono

Bisnis.com, JAKARTA -- Baidu, perusahaan teknologi asal China, melanjutkan kemitraan strategis dengan Kementerian Pariwisata untuk mengerek jumlah wisatawan ke Indonesia. Kerja sama ini pertama kali dijalin pada 2016. 

Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia mencapai 27,3% pada 2016. Pada 2017, dari 14 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), sebanyak 1,9 juta di antaranya berasal dari Negeri Panda.

Namun, kunjungan wisman masih rendah hingga Mei 2018. Tercatat, jumlah wisman baru mencapai 6,16 juta orang atau tumbuh 11,89% dibandingkan target yang sebesar 21%. 

“Kami sangat antusias dalam mendukung Pemerintah Indonesia memenuhi target wisatawan asing tahun ini, khususnya wisatawan Tiongkok. Hal ini dikarenakan Baidu adalah platform paling tepat untuk mempromosikan Indonesia di Tiongkok melalui Search Engine Marketing (SEM), Display Ads, dan juga melalui program mendatangkan high-end China Key Opinion Leader (KOL) yang telah kami seleksi dengan seksama,” ujar Ken Tao, Direktur Bisnis Asia Tenggara Baidu, dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Jumat (10/8/2018).

Turis China diharapkan dapat berkontribusi besar dalam pertumbuhan wisman di Indonesia. Apalagi, berdasarkan data United Nations World Tourism Organization (UNWTO) pada 2016, wisman China memiliki dana berwisata ke luar negeri yang besar dengan US$261 miliar.

Nilai itu di atas turis asal AS, Jerman, Inggris, dan Prancis. Potensinya pun makin besar mengingat total pemilik paspor baru mencapai 7%.

Ilustrasi wisman asal China./Istimewa

Peluang  terbaru tercatat oleh Baidu SEM pada periode April 2018, di mana Bali masuk di peringkat kedelapan dalam Top Ten City.

Selain Bali, Baidu juga akan mendorong daerah lain yang menjadi target Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk dipromosikan agar lebih dikenal oleh masyarakat Tiongkok.

Strategi ini dipilih mengingat China merupakan pengguna internet nomor satu di dunia dengan 751 juta warganet dan 724 juta mobile netizen. Hingga 80,8% pengguna internetnya mencari informasi mesin pencari Baidu.

Strategi ini juga diperkuat dengan kehadiran para content creators, yang terdiri dari KOL yang turut aktif mempromosikan Indonesia lewat konten yang mereka produksi dan sebarkan di berbagai platform seperti media sosial dan blog. Konten para KOL turut menjadi panduan bagi calon turis China untuk berlibur ke luar negeri.

Pada 2016, Baidu memberangkatkan 101 KOL ke berbagai destinasi wisata Indonesia seperti Bali, Manado, Banyuwangi, Lombok, Yogyakarta, dan Semarang. 

Sebagai proyek perdana untuk kerja sama tahun ini, sejak awal Agustus 2018, Baidu turut mempromosikan Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta dan Palembang. Baidu juga sudah mempersiapkan timnya sejak dua tahun lalu untuk memberikan edukasi kepada pelaku industri pariwisata Indonesia dalam menjadi tuan rumah yang baik untuk turis Tiongkok.

Dengan strategi ini, Baidu optimistis dapat membantu pemerintah mencapai target 17 juta kunjungan wisatawan asing ke Indonesia.

Tag : kementerian pariwisata, baidu
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top