Ini Rancangan Hunian DP Rp0 Jakpro

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo telah memperoleh penugasan untuk membangun hunian bagi program DP Rp0. Realisasinya baru akan dilakukan tahun depan.
Anitana Widya Puspa | 10 Agustus 2018 14:51 WIB
Logo Jakpro - dokumentasi

Bisnis.com, JAKARTA-- Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo telah memperoleh penugasan untuk membangun hunian bagi program DP Rp0. Realisasinya baru akan dilakukan tahun depan.

Direktur Jakpro Hendra Lesmana mengatakan persiapan sudah dilakukan di 2 lokasi, yakni di atas depo LRT yang pembangunannya sedang dikerjakan perusahaan serta di Yos Sudarso Jakarta Utara. Untuk kawasan Depo LRT rencananya akan ada tiga menara.

Dalam rencana pertamanya, maka akan ada 5.700 unit sekitar 25 lantai yag bisa diperuntukkan bagi Masyarakan Berpenghasilan Rendah (MBR). Selanjutnya dalam rencana kedua 4.500 unit yang juga sekitar 25 lantai secara campuran.

Sementara di kawasan Yos Sudarso, Jakarta Utara merangkum dua menara dengan jumlah total 1.222 unit. Masing-masing 21 lantai dan 23 lantai.

“Kami sedang menunggu beberapa aturan yang akan dikeluarkan oleh pemerintah DKI dalam kaitan DP Rp0 sehingga bisa dipasarkan. Kalau sekarang belum bisa dipasarkan karena memang ada yang perlu diselesaikan,” katanya Jumat (10/8/2018).

Hendra menyebut dalam perkembangan terbaru mekanisme hunian DP Rp0, saat ini sedang dibentuk tim komunikasi untuk DP Rp0 sehingga informasi yang disampaikan sesuai dengan progress yang dilakukan pemprov DKI Jakarta.

Hendra menyebut untuk investasi pendanaan akan diperoleh dari Penyertaan Modal Daerah (PMD) guna membantu pengadaan lahan dan juga pembangunan menara pertama hunian di Yos Sudarso. Namun secara garis besar Hendra menyebut untuk membangun dua tempat itu tahap pertama diperkirakan butuh pendanaan hingga Rp900 miliar.

“Yang kami ajukan Rp230 miliar atau baru 30% dari kebutuhan tower pertama. Polanya supaya lebih jelas, kami menunggu berapa besar support yang akan diberikan kepada Jakpro,” tekannya.

Sebelumnya Pemprov DKI awal tahun lalu telah melakukan seremoni peletakan batu pertama untuk umah susun DP 0 Rupiah yang diberi nama Klapa Village di Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Bentuk Rumahnya berbentuk rumah susun sederhana milik (Rusunami) dan dibangun di atas lahan seluas 1,4 hektare.

Mengenai tipe rumah yang dibangun, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa ada dua tipe rumah yang akan dipasarkan yakni tipe 36 ada 513 unit dan tipe 21 ada 195 unit. 2. Dana bangun Klapa Village.

Rumah susun DP 0 Rupiah dibangun oleh Pembangunan Sarana Jaya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan kontraktor pembangunan Totalindo Tbk. Pembangunan dua tower rumah susun tersebut menelan investasi Rp400 miliar.

Namun Anies mengaku belum bisa menyampaikan secara detail berapa besar cicilan dan lamanya cicilan dari pembelian unit di rusun tersebut. Menurut dia, mekanisme pembelian termasuk skema pembayaran cicilan akan dibuat oleh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). BLUD tersebut, kata Anies, nantinya akan mengelola proses pendaftaran bagi warga yang ingin membeli rumah dengan DP Nol Rupiah ini.

"Nanti akan dibuatkan skema oleh BLUD yang cicilannya 7 tahun, 10 tahun, 15 tahun dan lain-lain akan dibuatkan di situ. Jadi tidak seragam, justru dengan cara begitu maka warga bisa mencicil sesuai dengan kemampuan," ungkap dia.

Namun belakangan, Pemprov DKI menarik pernyataan dan mengatakan bahwa pembentukan BLUD tidak jadi dilakukan dan diubah menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT). Namun sampai Juli 2018 belum ada tanda-tanda UPT akan dibentuk.

Tag : jakpro
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top