Ini Solusi Menanam di Lahan Gambut Tanpa Membakar

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerjasama dengan PT. Riau Sakti United Plantations (RSUP) menciptakan produk biopeat yang dapat meningkatkan unsur hara lahan gambut tanpa
Pandu Gumilar | 09 Agustus 2018 14:23 WIB
Lahan gambur di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. - Antara/Widodo S. Jusuf

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerjasama dengan PT. Riau Sakti United Plantations (RSUP) menciptakan produk biopeat yang dapat meningkatkan unsur hara lahan gambut tanpa dibakar. 

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Unggul Priyanto mengatakan bahwa inovasi biopeat ini dapat meningkatkan unsur hara lahan gambut, sehingga dapat ditanami tanpa membakar lahan.

“Dengan biopeat ini maka kebakaran lahan akibat gambut yang dibakar, akan dapat dikurangi. Inovasi biopeat ini jelas menjadi solusi teknologi, saat ini tengah dikembangkan BPPT bersama industry lokal, yakni PT. Riau Sakti United Plantations (RSUP), di Kepulauan Riau,” katanya, Rabu (9/8).

Cara kerja biopeat adalah membakar keasaman tanah gambut sehingga bisa digunakan untuk menanam berbagai jenis tumbuhan. Selain itu, biopeat juga mengandung unsur pupuk yang dapat membuat buah yang dihasilkan lebih manis dibanding tidak menggunakan Biopeat.

Unggul mengklaim biopeat mampu meningkatkan pH tanah gambut dari semula rata-rata pH 3,9 menjadi sekitar pH 5. Dengan meningkatnya pH tanah gambut, maka peluang mikroba penyubur tanah lainnya yang dapat bertahan hidup dilingkungan tanah gambut juga ikut meningkat, sehingga tanah gambut menjadi lebih subur,” jelasnya.

Produk biopeat BPPT, lanjutnya, telah teruji kemampuannya melalui serangkaian uji aplikasi sehingga dinilai bisa memperbaiki kualitas hasil panen, dan mampu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama.

Melalui serangkaian tes BioPeat terbukti dapat meningkatkan produktivitas tanaman Jagung sebesar 45%, buah Nanas grade A sebesar 31%, dan meningkatkan kadar kemanisan buah Naga hingga mencapai rata-rata Brix 15% diatas nilai brix buah Naga di pasaran yang hanya mencapai 11%.

"Ini solusi kalau mau menanam enggak usah dibakar [lahannya] tapi dengan menaburkan Biopeat. Masalah kebakaran lahan gambut, dengan adanya diseminasi ini, bisa jadi satu solusi," ungkapnya

Unggul optimistis inovasi biopeat bisa diterapkan di daerah lainnya, seperti Kalimantan yang memiliki banyak lahan gambut yang belum dapat dimanfaatkan. "Biopeat siap dikomersilkan.  BPPT sedang mengurus sertifikasi penggunaannya agar sesuai dengan standar tersendiri," imbuhnya.

Tag : gambut
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top