Bongkar Muat Meningkat, Laba Pelindo III Melesat

Laba bersih Pelindo III sepanjang Januari-Juli naik 63,6% secara tahunan sejalan dengan peningkatan kinerja bongkar muat dan efisiensi biaya.
Sri Mas Sari | 09 Agustus 2018 19:47 WIB
Penumpang turun dari Kapal Pelni KM Labobar saat tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Senin (11/6/2018). - ANTARA/Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA - Laba bersih PT Pelindo III (Persero) sepanjang Januari-Juli naik 63,6% secara tahunan sejalan dengan peningkatan kinerja bongkar muat dan efisiensi biaya.

BUMN operator pelabuhan itu mengantongi laba bersih Rp1,8 triliun hingga Juli 2018, jauh di atas perolehan pada periode sama tahun lalu yang hanya Rp1,1 triliun. 

Direktur Utama PT Pelindo III (Persero), Ari Askhara mengatakan kenaikan throughput terjadi pada semua komoditas. Sepanjang 7 bulan berjalan, perseroan membukukan pendapatan Rp7,4 triliun atau melesat 52% (y-o-y). Pelayanan peti kemas menjadi kontributor tertinggi yang mencapai 60% dari total pendapatan perseroan, disusul pelayanan kapal (11%) dan barang (8%). 

"Bongkar muat meningkat, mulai dari segmen peti kemas, barang nonpeti kemas, dan LNG [gas alam cair]. Serta juga karena meningkatnya total jumlah kunjungan kapal pada pelabuhan-pelabuhan yang dioperatori Pelindo III pada tujuh provinsi di Indonesia," katanya, Kamis (9/8/2018).

Pelindo III mencatat bongkar muat kontainer per Juli tumbuh 6% (y-o-y) dari 2,2 juta boks (2,8 juta TEU's) menjadi 2,4 juta boks (2,9 juta TEU's). Lebih terperinci lagi, pendapatan dari layanan peti kemas internasional berkontribusi Rp2,2 triliun terhadap pendapatan, sedangkan layanan peti kemas domestik Rp1 triliun.

Adapun pada bongkar muat barang, terjadi peningkatan dari 1,3 juta m3 menjadi 1,8 juta m3. Pertumbuhan sebesar 32% diperoleh dari barang-barang project cargo, komoditas kayu masak dan kayu lapis, serta alat-alat berat di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Tanjung Emas Semarang. 

Peningkatan signifikan tercatat pada bongkar muat komoditas LNG dari 3,9 juta MMBTU menjadi 5,51 juta MMBTU. Lonjakan 42% itu membuat Pelindo III siap berekspansi menggarap pasar layanan bongkar muat energi.

"Pelindo III berekspansi mengoperasikan tank farm di Pelabuhan Benoa Bali, Tanjung Perak Surabaya, dan Tanjung Emas Semarang, melalui lini usaha Pelindo Energi Logistik yang bersinergi dengan PP Energi," kata Ari. 

Sementara itu, Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Mohammad Iqbal menyampaikan, meskipun kunjungan kapal hanya tumbuh tipis 1% menjadi 23.307 unit, bobot total kapal yang sandar meningkat hingga 14% menjadi 98,3 juta GT, sejalan dengan tren ukuran kapal yang semakin besar. 

Dari sisi biaya, Pelindo III telah melakukan efisiensi hingga Rp1,1 triliun sehingga beban hanya naik 19% menjadi Rp4,8 triliun, jauh di bawah kenaikan pendapatan.

Efisiensi antara lain dilakukan dengan menekan biaya listrik, pengadaan barang/jasa secara terpusat, meminimalkan biaya pemeliharaan, mengoptimalkan peralatan dan renegosiasi kontrak dengan pihak ketiga, menerapkan budaya tanpa kertas, mengurangi biaya umum, dan efisiensi biaya bunga. 

Tag : pelindo iii
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top