Pengusaha Sepatu Menilai Biaya Logistik Indonesia Masih Tinggi

Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menilai walaupun peringkat logistik Indonesia meningkat, masih banyak masalah yang dihadapi para pelaku usaha di lapangan.
Annisa Sulistyo Rini | 25 Juli 2018 22:11 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan sandal dan sepatu di PT Aggiomultimex, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (25/9). - ANTARA/Umarul Faruq

Bisnis.com, JAKARTA—Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menilai walaupun peringkat logistik Indonesia meningkat, masih banyak masalah yang dihadapi para pelaku usaha di lapangan.

Budiarto Tjandra, Ketua Pengembangan Sport Shoes & Hubungan Luar Negeri Aprisindo, mengatakan pihaknya melihat ada upaya serius dari pemerintah untuk memperbaiki dwelling time, infrastruktur, dan transparansi.

Namun, beberapa anggota asosiasi terkadang mengalami masalah di pelabuhan yang kemungkinan disebabkan kurangnya koordinasi antar kementerian.

"Kami berharap kinerja logistik terus di perbaiki, biaya logistik di Indonesia masih tinggi, dan efisiensi juga masih perlu di tingkatkan," katanya, Rabu (25/7/2018).

Adapun, dalam Indeks Performa Logistik atau Logistic Performance Index (LPI) 2018, peringkat Indonesia naik dari posisi 63 ke 46.

LPI merupakan indeks kinerja logistik negara-negara di dunia yang dirilis oleh World Bank per dua tahun sekali. Indeks ini memperhatikan sejumlah komponen yakni bea dan cukai, infrastruktur, pengiriman barang internasional, kualitas dan kompetensi logistik, pencarian barang (tracking/tracing), dan ketepatan waktu (timeliness).

Pada 2018, peringkat Indonesia meningkat ke posisi 46 dengan skor 3,15 atau naik 17 peringkat dari sebelumnya di posisi 63 dengan skor 2,98.

Dari semua aspek penilaian LPI 2018, aspek kepabeanan meraih skor terendah sebesar 2,67. Sementara itu, aspek penilaian tertinggi adalah ketepatan waktu dengan skor 3,67.

Aspek lainnya yaitu infrastruktur dengan skor 2,89, pengiriman barang internasional 3,23%, kualitas dan kompetensi logistik 3,1, dan pencarian barang sebesar 3,3. Pada 2016, posisi LPI Indonesia sebenarnya turun dari posisi 2014 yang berada di peringkat 53 dengan skor 3,08.

Tag : industri sepatu
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top