Taksi Argometer Kini Tersedia di Bandara Ahmad Yani Semarang

PT Angkasa Pura I (Persero) telah menyediakan pilihan moda transportasi tambahan di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang berupa taksi berargometer.
Rio Sandy Pradana | 24 Juli 2018 13:02 WIB
Suasana di dalam terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah. - Bisnis/Yustinus Andry

Bisnis.com, JAKARTA – PT Angkasa Pura I (Persero) telah menyediakan pilihan moda transportasi tambahan di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang berupa taksi berargometer.

Direktur Pemasaran dan Pelayanan AP I Devy Suradji mengatakan upaya tersebut dilakukan guna meningkatkan pelayanan terhadap pengguna jasa. Penyediaan taksi berargometer dilakukan sejak akhir pekan lalu.

"Penambahan layanan taksi argometer dilakukan dengan cara bertahap," kata Devy, Selasa (24/7/2018).

Dia menambahkan penambahan layanan berupa taksi argometer tersedia melalui peran Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah.

Saat ini terdapat tiga operator taksi argometer yang beroperasi di bandara di antaranya adalah Kosti, Atlas, dan New Atlas.

Kendati demikian, lanjutnya, jumlah unit taksi masih dibatasi mengingat kondisi area Bandara Ahmad Yani yang terbatas dan belum 100% rampung.

Penambahan unit taksi akan dilakukan sembari menyelesaikan pembangunan perangkat pendukung lain seperti fasilitas hingga akhir 2018, seperti area gedung parkir dan komersial.

Pihaknya menegaskan pemilihan mitra usaha di Bandara Ahmad Yani termasuk beberapa jenis layanan transportasi darat akan dilakukan dengan lelang terbuka.

Hal ini juga dilakukan karena bukan hanya layanan taksi saja yang ingin dibangun, melainkan berbagai jenis layanan transportasi darat yang dapat mendukung kegiatan di bandara.

Lelang terbuka, tambahnya, akan digelar pada Agustus 2018. Persyaratan lelang sebagai operator taksi bandara adalah memperhitungkan keramahan pelayanan petugas, kualitas kendaraan yang digunakan, dan jaminan keamanan bagi penumpang.

Devy menjelaskan apabila menggunakan armada transportasi yang bekerja sama dengan AP I, keamanan penumpang bisa dijamin. Terlebih, dalam perjanjian yang dijalin dengan pengelola bandara, operator taksi harus bertanggung jawab terhadap keamanan penumpang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bandara, taksi

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top