China Selidiki Praktik Dumping Stainless Steel Asal Indonesia, Ini Komentar Pemerintah RI

Pemerintah Indonesia menyatakan bakal mengawal rencana Pemerintah China untuk menyelidiki dugaan praktik dumping atas produk stainlees steel asal Indonesia yang beredar di pasar Negeri Panda tersebut.
Annisa Sulistyo Rini | 24 Juli 2018 17:15 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang santai dengan Perdana Menteri China Li Keqiang di veranda Istana Kepresidenan Bogor, Senin (7/5/2018). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah Indonesia menyatakan bakal mengawal rencana Pemerintah China untuk menyelidiki dugaan praktik dumping atas produk stainlees steel asal Indonesia yang beredar di pasar Negeri Panda tersebut.

Seperti diberitakan oleh Reuters pada Senin (23/7/2018), Pemerintah China memulai penyelidikan dugaan praktik dumping terhadap produk stainless steel impor senilai US$1,3 miliar, termasuk yang diproduksi oleh pabrik milik perusahaan China di luar negeri. Penyelidikan ini dimulai setelah adanya laporan dari industri lokal yang terganggu.

Kementerian Perdagangan China menyatakan investigasi akan dilakukan terhadap impor billet stainless steel, hot-rolled stainless steel, dan juga pelat stainless steel dari Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia.

Adapun, permintaan penyelidikan berasal dari Shanxi Taigang Stainless Steel yang mewakili 4 BUMN baja tahan karat lainnya, termasuk Baosteel yang menyatakan impor murah menyebabkan penurunan harga.

Oke Nurwan, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, mengatakan pihaknya mendorong perusahaan dalam negeri yang dituduh melakukan dumping untuk kooperatif terhadap proses penyelidikan tersebut.

Pemerintah, lanjutnya, akan memfasilitasi, membantu, dan membuktikan apabila memang tidak ada praktik dumping.

"Ini urusan bisnis, jadi akan kami kawal supaya investigasinya berada dalam koridor ketentuan WTO," katanya di Jakarta, Selasa (24/7/2018).

Haris Munandar, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, mengatakan pihaknya akan melihat terlebih dahulu bagaimana proses penyelidikan tersebut.

"Nanti masih harus ada pembuktian dulu apakah benar di China terdapat injury. Kami juga akan diminta dulu mengisi kuisinoer terkait tuduhan tersebut," ujarnya.

Dia menilai tuduhan anti dumping ini disebabkan oleh persaingan bisnis antar perusahaan China karena pabrikan stainless steel yang berada di Indonesia merupakan investor asal negara tersebut.

Tag : industri baja
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top