KABAR PASAR 24 JULI: Impor Agrikultura AS Dipermudah, Premium & Solar Tak Naik

Berita seputar kemudahan akses impor sejumlah komoditas agrikultura dari Amerika Serikat serta harga jual eceran Premium dan Solar menjadi sorotan media massa hari ini, Selasa (24/7/2018).
Renat Sofie Andriani | 24 Juli 2018 08:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Berita seputar kemudahan akses impor sejumlah komoditas agrikultura dari Amerika Serikat serta harga jual eceran Premium dan Solar menjadi sorotan media massa hari ini, Selasa (24/7/2018).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

Impor Agrikultura AS Dipermudah. Pemerintah Indonesia bakal menawarkan kemudahan akses impor sejumlah komoditas agrikultura dari Amerika Serikat sebagai ‘barter’ untuk mempertahankan fasilitas Generalized System of Preferences (GSP). (Bisnis Indonesia)

Jamu Kuat Buat Rupiah & IHSG. Reaktivasi Sertifikat Bank Indonesia (SBI) tenor 9 bulan dan 12 bulan terbukti cukup ampuh membawa rupiah menguat tipis 13 poin atau 0,09% menjadi Rp14.482 per dolar AS. Adapun, IHSG berada di zona hijau dengan penguatan 0,73% atau 43,01 poin ke level 5.915,80. (Bisnis Indonesia)

Premium & Solar Tak Naik. Pemerintah menegaskan harga jual eceran Premium dan Solar tidak akan diubah hingga akhir tahun ini. Khusus untuk Solar, efek penambahan subsidi akan dilihat lebih dulu terhadap kondisi keuangan PT Pertamina (Persero). (Bisnis Indonesia)

Defisit Bakal Terkendali. Pemerintah optimistis kinerja defisit anggaran pada semester II/2018 akan terkendali pada level 1,38%, sehingga target defisit sebesar 2,12% pada akhir tahun bisa dicapai. (Bisnis Indonesia)

Inilah Calon Struktur Pemilik Freeport. Berdasarkan salah satu dokumen yang diterima KONTAN, holding BUMN Pertambangan, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), akan menguasai saham PTFI bukan secara langsung. (Kontan)

Kredit Konsumsi Paling Terpengaruh Kenaikan Bunga. Kredit konsumsi, khususnya kredit kepemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB), paling terpengaruh oleh rencana kenaikan suku bunga perbankan. Sedangkan kredit sektor produktif, terutama kredit modal kerja dan kredit investasi relatif resisten dan tetap tumbuh. (Investor Daily)

Tag : impor, harga premium
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top