Hotel Kapsul Tidak Geser Keterisian Hotel Bintang

Munculnya banyak hotel kapsul di Indonesia tidak akan mempengaruhi tingkat keterisian hotel berbintang.
Finna U. Ulfah | 24 Juli 2018 18:25 WIB
SNQ Capsule Hotel di Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Munculnya banyak hotel kapsul di Indonesia tidak akan mempengaruhi tingkat keterisian hotel berbintang.

Head of Advisory Jones Lang Lasalle (JLL) Indonesia Vivin Harsanto mengatakan hotel kapsul sebagai alternatif penginapan yang murah memiliki perbedaan demografi dan tipologi dengan hotel berbintang sehingga tidak mempengaruhi tingkat keterisian.

“Tidak akan mempengaruhi, kalaupun ada mungkin tidak drastis pengaruhnya karena dari perbedaan tipologinya saja terlalu jauh,” ujar Vivin, dikutip Selasa (24/7/2018).

Hotel kapsul adalah penginapan yang berasal dari Jepang dengan ruangan kamar kecil seperti kapsul dengan pengalaman yang membuat konsumen seperti berada di kokpit luar angkasa. Keunggulan hotel kapsul adalah murah dan praktis dengan fasilitas lengkap.

Di Indonesia, hotel unik ini sudah cukup marak, di antaranya Hotel Tab Capsule Surabaya yang menawarkan sensasi bagaikan tidur di dalam pesawat luar angkasa, Inap at Capsule Hostel, di Bandung. The Capsule Hotel Gajahmada, Semarang dan Whiz Capsule Trawas – Mojokerto.

Vivin mengatakan hotel kapsul lebih menawarkan tren dan pengalaman yang biasanya lebih disukai oleh generasi milenial berbeda dengan fasilitas yang ditawarkan hotel berbintang.

Hotel kapsul, katanya, juga memiliki nilai pengalaman yang sama dengan hotel budget lain, seperti hostel, losmen, guesthouse, dan lain-lain.

Tag : okupansi hotel
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top