Ini Pentingnya Perempuan Berperan di UMKM

Kontribusi pengusaha perempuan terhadap PDB Indonesia hanya mencapai 9,1%, sedangkan sumbangan ke ekspor masih di bawah 5%. Sehingga masih ada ruang untuk mendorong peran perempuan dalam ekonomi.
Rinaldi Mohammad Azka | 21 Juli 2018 15:27 WIB
Ilustrasi: Suasana pada pameran Karya Kreatif Indonesia 2018 di Jakarta Convention Center, Jumat, (20/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia menyelenggarakan seminar internasional bertema Women's Economic Empowerment: A Framework for an Inclusive and Sustainable Growth, bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia, Sabtu (21/7/2018).

Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi mengungkapkan pentingnya perempuan berperan dalam kegiatan ekonomi, terutama dalam usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut data yang dimilikinya, kontribusi pengusaha perempuan terhadap PDB Indonesia hanya mencapai 9,1%, sedangkan sumbangan ke ekspor masih di bawah 5%. Sehingga masih ada ruang untuk mendorong peran perempuan dalam ekonomi.

Rosmaya menjelaskan, secara kepemilikan, UMKM mencapai 51% dari jumlah pengusaha kecil dan 34% dari usaha menengah dimiliki perempuan. Data Bank Dunia 2016 menunjukkan rasio kepemilikan usaha wanita di Indonesia lebih tinggi dibandingkan di dunia, terutama pada UMKM.

"Pengusaha perempuan umumnya merupakan pengusaha kecil dan bergerak di sektor informal, sehingga turn over penjualannya lebih rendah dibandingkan dengan pengusaha laki-laki," jelasnya, di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (21/7/2018).

Rosmaya menilai Indonesia harus dapat meningkatkan peran perempuan dalam kegiatan ekonomi, khususnya sebagai negara anggota G-20 yang telah berkomitmen menurunkan kesenjangan tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan menjadi 25% hingga 2025.

Dia pun melihat perkembangan teknologi digital saat ini sebagai peluang yang memudahkan perempuan berkontribusi dalam kegiatan ekonomi.

"Mari kita tingkatkan peran perempuan terutama dalam UMKM sehingga membangun pertumbuhan perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan," ujarnya.

Tag : umkm
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top