COWORKING SPACE: Posindo Manfaatkan Aset Dorong Pendapatan

PT Pos Indonesia membuka peluang kerjasama melalui anak usahanya Pos Properti untuk memaanfaatkan aset perkantoran lama sebagai coworking space.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 03 Juli 2018 19:57 WIB
Ruang kantor Plug and Play. - Media / Plug and Play Tech Center

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pos Indonesia membuka peluang kerjasama melalui anak usahanya Pos Properti untuk memaanfaatkan aset perkantoran lama sebagai coworking space.

Direktur Jasa Keuangan PT Pos Indonesia Ihwan Sutardiyanta mengatakan saat ini ada dua aset strategis milik perusahaan pelat merah tersebut disulap menjadi coworking space. Menurut Ihwan, sebagai perusahaan logistik dan jasa pengiriman, Pos Indonesia memang memiliki sejumlah aset yang bisa dimanfaatkan,

"Pos punya beberapa aset yang strategis yang bisa dioptimalkan," terang Ihwan kepada Bisnis, Selasa (3/7/2018).

Dia menyebut pola kerjasama tersebut adalah sistem sewa ruang ke pihak luar untuk menjadi salah satu sumber pendapatan baru bagi Pos Indonesia. Sementara ini, ada dua coworking space yang sudah dioperasikan oleh PT Pos Indonesia. Pertama adalah Gedung Filateli di Pasar Baru, Jakarta Pusat, dan kedua di Kantor Pos Pusat di Bandung.

"Kerja sama ini [coworking space] ini bisa dengan modal atau partnership dan iya ini untuk menanbah pendapatan," jelas Ihwan.

Berdasarkan hasil peninjauan Bisnis, lokasi coworking space pertama milik Posindo berada di Gedung Filateli, Pasar Baru. Gedung itu bersebelahan dengan Starbucks, persis di seberang pusat perbelanjaan, Pasar Baru.

Gedung Filateli pun disulap menjadi ruang-ruang kecil dengan sekat. Penyewa Gedung Filateli sebagai coworking space ini adalah Ev Hive yang kini berubah nama menjadi Cocowork. Ada pun EV Hive Filateli adalah cabang coworking space ke 19 sejak mulai beroperasi pada 2015 lalu.

Pada 1 Juni 2018, sejumlah ruang kosong di Gedung Filateli juga sempat difungsikan sebagai arena pameran perangko Hari Kelahiran Pancasila. Pasalnya pameran Kelahiran Pancasila itu berlangsung mulai 31 Mei 2018 sampai 4 Juni 2018.

Selama pameran, selain memfungsikan coworking space dan museum Filateli, Pos Indonesia juga mencetak 500 buah prangko bergambar pidato Soekarno pada 1 Juni 1945. Prangko tersebut akan dijadikan souvenir bagi para pengunjung Filateli.

Tag : perkantoran
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top