Tahun Ini, FamilyMart Targetkan Punya 120 Gerai di Indonesia

Meski kondisi ekonomi masih belum cukup memberi dukungan bagi usaha untuk ekspansi, beberapa bisnis convenience store (CVS) dapat bertahan, dan bahkan menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan dengan kemampuan manajemennya.
M. Richard | 03 Juli 2018 19:11 WIB
Pengunjung berbelanja seusai pembukaan gerai ke-100 Family Mart di Jakarta, Selasa (3/7/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Meski kondisi ekonomi masih belum cukup memberi dukungan bagi usaha untuk ekspansi, beberapa bisnis convenience store (CVS) dapat bertahan, dan bahkan menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan dengan kemampuan manajemennya.

Head of Retail Family Mart Indonesia Gunung Tjahja Putra mengakui adanya adanya tekanan dari sisi makro ekonomi. Hanya saja, kemampuan melihat peluang usaha dan mengelola bisnis menjadi kunci utama kesuksesan.

"Harus jeli, dan harus bisa me-manage bisnis ini dengan baik," katanya dalam Konfrensi Pers Family Mart, di Jakarta, Rabu (3/7/2018)

Sebagai informasi, FamilyMart, brand CVS yang berasal dari Jepang tersebut telah tersebar di 8 negara dengan jumlah toko lebih dari 24 ribu toko.

Di Indonesia, Familiy Mart telah memiliki 100 toko, yang mana 50% lebih toko mereka terpusat di Jabodetabek. Hingga akhir 2018, Familiy mart optimistis akan dapat meningkatkan jumlah tokonya hingga 120.

Adapun, sebagian toko-toko yang telah dimiliki merupakan hasil dari take over toko bekas CVS yang tutup, yakni 49 toko dari Star Mart dan 13 toko dari Seven Eleven.

Gunung menjelaskan, hal yang paling terpenting dalam mengelola CVS adalah penyeimbangan antara tata kelola pengeluaran dan tata kelola pasar.

Maksudnya, CVS harus dapat memahami porsi dari setiap spending untuk sewa kios, listrik, man power, dan pinjaman. "Kami menghitung betul setiap pengeluaran, sehingga semuanya dapat dimanfaatkan, tanpa ada idle," katanya.

Disisi lain, CVS juga harus mampu menerapkan strategi pasar yang fleksible, yakni dengan mengikuti zona kebutuhan dan kemampuan beli customer. "Yang terpenting di situ, kita segmented, setiap zona customer memiliki kebutuhan dan kemampuan beli yang berbeda-beda, nah hal ini yang kami coba develope," katanya.

Namun, sayangnya, Family Mart tidak dapat menjelaskan secara rinci mengenai nominal dari setiap item finansial yang mereka miliki.

Mengenai prospek CVS secra general, CEO FamilyMart Indonesia Wirry Tjandra menjelaskan bahwa CVS dapat tumbuh subur di zona masyarakat berpengasilan tinggi, dan sebagian daerah di Jakarta telah mencapai level tersebut.

"Ya kalau untuk convinience store itu, [taget pasarnya adalah masyarakat berpenghasilan minimal] US$7.000 [per tahun] dan sebagaian daerah di jakarta sudah menyentuh itu," katanya.

Oleh karena itu, dia menyimpulkan, bisnis ritel, khususnya CVS merupukan sektor yang dapat tumbuh semakin baik di masa depan. Ditambah lagi, populasi penduduk Indonesia melebihi 260 juta jiwa, dan bertambah sekurangnya 4 juta jiwa per tahun.

Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Kementerian Perdagangan I Gusti Ketut  Astawa memaparkan bahwa kinerja bisnis ritel telah menunjukkan tren membaik. "Ya, meski sempat kesulitan, tetapi sudah menunjkkan pertumbuhan yang semakin baik," katanya kepada Bisnis,com.

Berdasarkan data yang diberikan, pertumbuhan ritel pada Januari dan Februari terkoreksi 1% dan 1,1%, sedangkan pada Maret dan Mei, pertumbuhan ritel kembali ke angka positif, yakni mencapai 3,2%.

Ditambah lagi, lanjutnya, kinerja ritel selama musim Lebaran tahun 2018 tumbuh 20% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. "Bahkan, angka ini jauh di atas ekspektasi asosiasi penguasaha yang hanya memperkirakan tumbuh sekitar 10%-12%," katanya.



Tag : ritel
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top