Iklan Properti Tak Dilirik, Ini Caranya

Listing promosi properti belum ada yang laku? Menurut Rumah.com, ini berarti Anda harus cari tahu penyebab iklan properti Anda sepi sehingga tidak dilirik orang.
Anitana Widya Puspa | 03 Juli 2018 14:17 WIB
Warga melintas di dekat spanduk iklan rumah susun dengan konsep transit oriented development (TOD) di Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat, Senin (2/10). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA—Listing promosi properti belum ada yang laku? Menurut Rumah.com, ini berarti Anda harus cari tahu penyebab iklan properti Anda sepi sehingga tidak dilirik orang.

Ada sejumlah masalah yang perlu Anda lakukan dan perbaiki tampilannya. Berikut poin-poin nya:

Foto

Faktor yang pertama ini biasanya jadi biang kerok mengapa iklan Anda tidak mampu menggaet hati calon pembeli. Oleh karena itu, coba luangkan waktu sejenak untuk mencermati listing Anda.

Caranya, posisikan diri Anda sebagai konsumen yang tengah mencari rumah atau apartemen baru. Lalu lihat, seberapa tertarikkah Anda dengan foto yang dilampirkan? Atau agar lebih objektif, bisa juga minta pendapat teman.

Jika foto properti tidak dalam tampilan visual yang baik seperti kualitas rendah, terdapat blur, angle kurang tepat, pencahayaan minim atau gelap, maka tidak mengherankan bila iklan Anda sama sekali tak dilirik calon pembeli.

Selain itu, kuantitas foto juga turut memengaruhi listing Anda. Kebiasaan malas yang sering dilakukan para agen properti adalah hanya menyertakan satu atau dua foto saja. Bahkan yang parah, ada juga yang hanya memakai foto dari brosur atau flyer. 

Padahal semakin banyak foto yang ditampilkan, akan menarik minat calon pembeli untuk meng-klik iklan Anda. Jangan lupa untuk melampirkan foto properti baik dari segi eksterior maupun interior.

Spesifikasi

Kebanyakan agen properti malas mengetik spesifikasi lengkap dari properti yang dijualnya. Mereka mengira detail rumah singkat dan foto yang ada sudah cukup memadai. Padahal, konsumen yang tengah menelusuri properti buruannya membutuhkan spesifikasi lengkap dan akurat.

Jadi jika dalam listing Anda tidak tercantum spesifikasi yang lengkap, maka sudah tentu calon pembeli Anda akan beralih ke iklan properti yang lainnya. Selain itu, agen properti juga harus memerhatikan tata cara menulis deskripsi properti yang tepat.

Caranya, gunakan kalimat yang ringkas, jelas, dan efektif. Jangan berlebihan, apalagi sampai bohong. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta hindari kata-kata ambigu.

Penggunaan deskripsi berbahasa inggris memang sah-sah saja, karena menunjukkan bahwa Anda merupakan seorang agen properti yang kompeten. Akan tetapi, sebaiknya sesuaikan dengan jenis properti yang tengah Anda pasarkan.

Minim Informasi

Jika properti yang Anda iklankan merupakan rumah atau apartemen yang dibangun oleh pengembang, maka sertakan juga informasi tambahan agar listing lebih menonjol.

Misalnya, fasilitas di sekitar area, sistem pembayaran yang ditetapkan, promo terbaru, keunggulan properti tersebut, tipe unit yang disediakan, hingga akses menuju jalan tol atau pusat perbelanjaan. Sebagai pelengkap, sebutkan material bangunan yang digunakan dan arah hadapnya.

Tag : bisnis properti, promosi produk
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top