Kopi Manglayang Tembus Pasar Maroko, Jepang, Australia

Kopi asal Jawa Barat yakni Kopi Manglayang yang ditanam dari ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut berhasil menembus pasar internasional mulai Maroko, Jepang, hingga Australia.
Newswire | 02 Juli 2018 13:43 WIB
Para penikmat kopi tengah menyeruput minuman andalan ekspor Indonesia itu. - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, BANDUNG – Kopi asal Jawa Barat yakni Kopi Manglayang yang ditanam dari ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut berhasil menembus pasar internasional mulai Maroko, Jepang, hingga Australia.

Kopi Manglayang ini dikenalkan oleh kelompok tani (poktan) setempat dan termasuk dalam jenis kopi arabika yang berasa asam manis dan kental vanila, yang tumbuh di dataran Gunung Manglayang, Jawa Barat.

Ketua Kelompok Tani Kopi Manglayang, Dadan R. Wijaya mengatakan Kopi Manglayang mulai dikenalkan kepada publik sejak 2014 dan saat ini ada 120 orang yang bergabung dalam kelompok tani kopi ini.

"Kopi Manglayang ini bertujuan menjadi perkebunan kopi yang berbasis kesejahteraan bagi kelompok tani di wilayah Palintang Cilarareun, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung," kata Dadan di Bandung, Jabar, Senin (2/7/2018).

Dia menuturkan dengan proses yang baik Kopi Manglayang ini telah memiliki nilai ekonomis yang baik serta turut menjaga kelestarian alam.

Selain itu, lanjutnya, kopi ini juga bisa menghasilkan sekitar 50 sampai 60 ton tiap panennya yang bertahap setiap 5 bulan sekali.

"Untuk cita rasa, Kopi Manglayang ini tidak kalah dengan kopi lainya seperti Kopi Malabar, Kopi Palintang. Alhamdulillah, selain dipasarkan di Bandung, Jakarta, Surabaya, Bali, kopi ini juga sudah sudah dipasarkan ke Korea Selatan, Maroko, Australia, Jepang, dan Kuwait," ungkapnya.

Untuk harga, Kopi Manglayang jenis honey dijual Rp120 ribu/kg sedangkan ketika dijual ke luar negeri harganya US$5 per kilogramnya.

Sumber : Antara

Tag : kopi
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top