Trump Ancam Harley-Davidson Jika Pindahkan Pabriknya ke Luar AS

Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan pajak yang besar kepada Harley-Davidson Inc jika pabrikan motor itu benar-benar memindahkan pabriknya dari AS.
Annisa Margrit | 27 Juni 2018 06:56 WIB
Harley Davidson Softail Slim S MY17 1.800 cc - harley/davidson.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan pajak yang besar kepada Harley-Davidson Inc jika pabrikan motor itu benar-benar memindahkan pabriknya dari AS.

Melalui Twitter, Selasa (26/6/2018) waktu setempat, Trump mengatakan rencana pemindahan pabrik telah disampaikan oleh Harley-Davidson sebelum adanya pengumuman kenaikan tarif impor AS.

Oleh karena itu, dia menuding pabrikan tersebut hanya menggunakan tarif sebagai alasan.

"Ketika para pejabat Harley-Davidson datang ke Gedung Putih, saya mencerca mereka terkait tarif di negara lain, seperti India, yang terlalu tinggi. Perusahaan-perusahaan sekarang kembali ke AS. Harley harus tahu kalau mereka tidak akan bisa menjual produknya di AS tanpa membayar pajak yang tinggi!" papar Trump.

Belum jelas pajak apa yang dimaksud dan kenapa Harley-Davidson harus membayarnya. Reuters melansir, Rabu (27/6), Gedung Putih belum memberikan komentar terkait cuitan Trump ini.

Pada Senin (25/6), produsen motor mewah itu mengumumkan rencana pemindahan salah satu pabriknya dari AS untuk menghindari tarif impor yang tinggi dari Uni Eropa (UE).

Seperti diketahui, UE melakukan retaliasi terhadap tarif impor AS dengan balik menaikkan tarif impor beberapa produk seperti Harley-Davidson dan Levi-Strauss. Harley-Davidson memperkirakan biaya tarif impornya saja bisa mencapai US$90 juta-US$100 juta per tahun.

Meski enggan berkomentar terhadap cuitan Trump, tapi juru bicara Harley-Davidson Michael Pflughoeft menyatakan pihaknya sedang mengkaji dampak pemindahan pabrik dari AS.

Pada Januari 2018, yang berbasis di Milwaukee, Wisconsin itu mengungkapkan bakal memindahkan operasional pabrik di Kansas City, Missouri ke pabriknya di luar negeri.

Perusahaan tersebut sedang membangun pabrik perakitan di Thailand, yang ditujukan untuk motor-motor untuk pasar Asia Tenggara. Pabrik tersebut dijadwalkan beroperasi pada akhir tahun ini.

Namun, pada Februari 2018, pihak Harley-Davidson mengklaim pembangunan pabrik di Negeri Siam tidak terkait dengan penutupan pabrik di Kansas City.

Sumber : Reuters

Tag : harley davidson, Donald Trump
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top