Selama Lebaran, Realisasi Kepadatan Penumpang di Bandara Ngurah Rai Capai 98% Dari Target

Realisasi kepadatan penumpang di Bandara Ngurah Rai hanya sebanyak 98% dari target 80.000 orang pada saat puncak kedatangan maupun keberangkatan selama periode arus mudik dan balik.
Ni Putu Eka Wiratmini | 25 Juni 2018 12:11 WIB
Penumpang internasional mengantre sebelum melakukan check in di Bandara Ngurah Rai. - Bisnis/Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, DENPASAR -- Realisasi kepadatan penumpang di Bandara Ngurah Rai hanya sebanyak 98% dari target 80.000 orang pada saat puncak kedatangan maupun keberangkatan selama periode arus mudik dan balik.

Puncak kepadatan penumpang secara keseluruhan terjadi pada 23 Juni 2018 dengan sebanyak 78.773 orang. Secara lebih rinci, puncak kedatangan penumpang terjadi pada 15 Juni 2018 dengan jumlah 39.867 orang dan puncak keberangkatan terjadi pada 22 Juni 2018 dengan jumlah 40.415 orang.

Sementara, pergerakan pesawat untuk keberangkatan puncaknya pada 13 Juni 2018 dan 22 Juni 2018 sebanyak 234 pesawat. Kemudian, kedatangan puncaknya pada 22 Juni 2018 sebanyak 234 pesawat.

General Manager Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi mengatakan lantaran realisasi kepadatan yang di bawah target, pelayanan selama di bandara masih terhitung aman. Bahkan, walaupun ada pembangunan di kawasan air side, pelayanan bandara pun masih lancar.

"Kita bersama tahu apa yang dilakukan saudara kita [masyarakat muslim] dengan arus mudik kita menerima arus wisata sehingga prediksi kita memang berbeda," katanya, Senin (25/6/2018) usai penutupan Posko Terpadu Monitoring Angkutan Lebaran 2018.

Kata dia, selama pelaksanaan posko monitoring angkutan lebaran 2018 ada 8.131 penerbangan atau meningkat 8,52% dibanding periode sama tahun lalu. Sementara, ada 1,3 juta penumpang selama monitoring angkutan lebaran 2018 atau meningkat 11,61% dibanding periode sama tahun lalu. Penumpang masih dinominasi dari keberangkatan internasional sebanyak 55%. Jumlah penumpang domestik 45% dari total selama lebaran.

Jika dibandingkan dengan rata-rata harian, terjadi peningkatan pergerakan penumpang sebesar 20,9% dan pergerakan pesawat sebesar 5,6%.

Menurutnya, peningkatan jumlah penumpang dipengaruhi libur lebaran yang lebih panjang dan dibarengi libur anak sekolah.

"Tren pertumbuhan dan pergerakan penumpang dan pesawat terdistribusi rata selama posko yang telah kami antisipasi sebelumnya," katanya.

Sejak 7 Juni 2018 atau posko angkutan lebaran dibuka, telah ada 176 extra flight yang terealisasi. Jumlah ini lebih rendah dari total pengajuan extra flight sebanyak 724 penerbangan.

Extra flight terbanyak dimiliki Citilink dengan 75 penerbangan. Kemudian Garuda sebanyak 35 tambahan penerbangan, Nam Air 30 tambahan penerbangan, Indonesia Airasia X 14 tambahan penerbangan, Sriwijaya Air 12 tambahan penerbangan, Lion 6 tambahan penerbangan, Batik 2 tambahan penerbangan, dan Wings Air 2 tambahan penerbangan.

"Memang dia [maskapai] mengajukan ke kita sesuai apa yang kita setujui 724 tapi yang terbang ini sesuai kemampuan pasar," katanya.

Tag : bandara ngurah rai
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top