Rute Denpasar - Surabaya Mendominasi Penerbangan Selama Periode Lebaran

Rute penerbangan Denpasar - Surabaya maupun sebaliknya mendominasi pergerakan pesawat di Bandara Ngurah Rai selama periode lebaran 2018.
Ni Putu Eka Wiratmini | 25 Juni 2018 11:59 WIB
Sejumlah pesawat terparkir di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (20/3/2018). - ANTARA/Wira Suryantala

Bisnis.com, DENPASAR -- Rute penerbangan Denpasar - Surabaya maupun sebaliknya mendominasi pergerakan pesawat di Bandara Ngurah Rai selama periode lebaran 2018.

Tercatat, rute Surabaya - Denpasar ada sebanyak 42 penerbangan dan Denpasar - Surabaya sebanyak 38 penerbangan. Menyusul rute Denpasar - Cengkareng 40 penerbangan, Cengakareng - Denpasar 38 penerbangan, Denpasar - Lombok dan sebaliknya 8 penerbangan, serta Semarang - Denpasar dan sebaliknya sebanyak 1 penerbangan.

General Manager Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi mengatakan selama periode lebaran telah ada beberapa maskapai yang membatalkan penerbangan karena load factor yang rendah. Apalagi, maskapai tersebut juga membuka extra flight sehingga beberapa penerbangan terpaksa batal. Tercatat, hampir 24% maskapai melakukan pembatalan penerbangan.

Sejak 7 Juni 2018 atau saat posko angkutan lebaran dibuka, telah ada 176 extra flight yang terealisasi. Jumlah ini lebih rendah dari total pengajuan extra flight yang sebanyak 724 penerbangan.

"Kemarin memang ada beberapa cancel, rata-rata karena schedule pada awalnya ada tetapi secara ekonomis tidak ada penumpang sementara dia [maskapai] juga membuat extra flight," katanya, Senin (25/6/2018).

Realisasi kepadatan penumpang di Bandara Ngurah Rai pun ternyata tidak sesuai target. Hanya sebanyak 98% yang terealisasi dari target 80.000 penumpang pada saat puncak kedatangan maupun keberangkatan selama periode arus mudik dan balik.

Menurutnya, lantaran realisasi kepadatan yang di bawah target, pelayanan selama di bandara masih terhitung aman. Bahkan, walaupun ada pembangunan di kawasan air set, pelayanan bandara pun masih lancar.

Walaupun begitu, nilai On Time Performance (OTP) selama periode lebaran di Bandara Ngurah Rai hanya terhitung 54% saja.

"Meskipun 54% kami bilang tidak ada masalah, kami sudah melakukan pelayanan maksimal sehingga penumpang tidak ada yang mengeluh, Bali semakin delay semakin senang [penumpang] karena lihat view yang bagus bukan malah marah," katanya.

Tag : bandara ngurah rai
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top