Mudik Tahun Depan, Program Bebas Sampah KLHK Dilanjutkan

Terobosan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar sepanjang jalur mudik bebas sampah akan dilanjutkan pada Lebaran yang akan datang.
Sri Mas Sari | 24 Juni 2018 19:00 WIB
Sampah berserakan di pinggir jalan tol Cikopo-Palimanan Km 88, Jawa Barat, Kamis (22/6). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Terobosan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar sepanjang jalur mudik bebas sampah akan dilanjutkan pada Lebaran yang akan datang.

Langkah di segala lini melalui program bertema 'Mudik Asik tanpa Sampah Plastik' itu telah dimulai Lebaran tahun ini, a.l. membagikan tas dan tempat minum kepada para pemudik yang dapat digunakan ulang untuk mengurangi sampah plastik.

Cara itu disertai dengan imbauan dan ajakan kepada pemudik untuk memakai peralatan makan dan minum yang dapat dipakai ulang, dan menghindari pemakaian wadah plastik sekali pakai, seperti kantong plastik, juga membatasi mengkonsumsi makanan dan minuman berkemasan plastik.

"'Mudik Asik Tanpa Sampah Plastik' menekankan pada upaya mengubah opini dan kesadaran para pemudik serta masyarakat luas untuk tetap berperilaku bijak dalam mengelola sampah, terutama dalam suasana kegembiraan merayakan hari raya Idul Fitri," kata Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK Rosa Vivien Ratnawati dalam siaran pers, Minggu (24//6/2018).

Untuk menopang itu, KLHK bekerja sama dengan PT Jasa Marga (Persero) sebagai pengelola jalan tol terbesar di Indonesia telah menyebarluaskan bahan kampanye dan edukasi publik di media sosial berupa konten digital mudik tanpa sampah. Di samping itu, kementerian bekerja sama dengan operator jalan tol Cipali, PT Lintas Marga Sedaya, untuk menangani sampah di-rest area.

Di Rest Area km 101 Tol Cipali, terdapat timbulan sampah dari pemudik rata-rata 3 ton per hari. Sampah tersebut dikelola oleh pengelola rest area dan diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Subang setelah terkumpul di tempat penampungan sementara untuk dipilah dan kemudian dibawa ke tempat pemrosesan akhir (TPA). Demikian pula di rest area KM 13, terdapat timbulan sampah berkisar 2-3 ton per hari. Sementara di KM 62, terdapat imbulan sampah sebanyak 10 ton per hari dengan pola penanganan yang hampir serupa di tiap rest area.

Dirjen PSLB3 hari ini pun memantau penanganan sampah dalam rangka arus balik di rest area KM 101 ruas tol Cipali (Kabupaten Subang), rest area km 62 ruas tol Cikampek-Jakarta (Kabupaten Karawang), dan rest area KM 14 ruas tol Merak-Jakarta (Kota Tangerang). Berdasarkan pantauan KLHK, kondisi rest area cukup bersih dan terawat. Sebanyak 30 orang petugas kebersihan dari DLH Karawang diterjunkan di kawasan ini.

KLHK juga telah menerbitkan Surat Edaran Dirjen PSLB3 No SE.2/PSLB3/PS/PLB.0/6/2018 tentang Pelaksanaan Mudik Tanpa Sampah yang ditujukan kepada para gubernur, bupati, dan walikota untuk ikut melaksanakan kampanye dan edukasi kepada masyarakat, menyediakan sarana pengelolaan sampah yang memadai seperti tempat sampah terpilah di fasilitas publik, menyelenggarakan penanganan sampah di jalur mudik dan daerah penyangganya, serta menyediakan unit khusus pengelolaan sampah di lapangan.

Rosa mengatakan program akan ditindaklanjuti dengan program pengelolaan sampah di sepanjang jalan tol yang berbasis pada pengelolaan sampah kawasan dengan kolaborasi antara pemda dan pengelola jalan tol beserta pengelola rest area.

"Diharapkan ajang mudik tahun depan, model pengelolaan sampah tersebut sudah dapat diterapkan dan upaya pengurangan sampah plastik akan terus ditingkatkan seiring dengan perubahan perilaku masyarakat yang semakin bijak untuk mengurangi sampah plastiknya."

Tag : sampah, mudik lebaran
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top