BPH Migas Deteksi Migrasi Pengguna Pertalite ke Premium

BPH Migas mencatat mulai ada migrasi pengguna Pertalite ke Premium pada masa Idulfitri 2018. Hal itu terlihat dari kenaikan konsumsi Premium yang naik 23%, sedangkan konsumsi Pertalite hanya naik 9%.
Surya Rianto | 22 Juni 2018 11:19 WIB
Petugas mengisikan BBM, di sebuah SPBU. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- BPH Migas mencatat mulai ada migrasi pengguna pertalite ke premium pada masa Idulfitri 2018. Hal itu terlihat dari kenaikan konsumsi premium yang naik 23%, sedangkan konsumsi pertalite hanya naik 9%.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan, migrasi pertalite ke premium terjadi pada kalangan menengah ke bawah. Banyak angkutan umum, sampai mobil tua, yang kembali beralih menggunakan premium.

"Walaupun, dari segi volume, pertalite masih yang paling besar, tetapi pertumbuhan permintaan premium paling tinggi selama periode posko Idulfitri," ujarnya pada Jumat (22/6/2018).

Konsumsi premium disebut naik sebesar 23% menjadi 647.080 kilo liter dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu. Persentase kenaikan itu lebih tinggi ketimbang periode Idulfitri 2017 yang sebesar 16%.

Di sisi lain, kenaikan konsumsi pertalite sebesar 9% menjadi 1,08 juta kilo liter dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu. Lalu, kenaikan konsumsi pertamax sebsar 12%.

Adapun, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk perluasan premium menjadi seluruh Indonesia dibandingkan dengan sebelumnya yakni, kawasan di luar Jawa, Madura, dan Bali.

Pertamina pun sudah menambah 571 SPBU di Jawa yang kembali menyalurkan premium. Jadi, total SPBU yang bisa menyalurkan premium di Jawa, Madura, dan Bali sekitar 2.000 SPBU.

Tag : premium
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top