RDMP Balikpapan Mulai Dibangun Akhir 2018

Pembangunan Refinery Development Master Plan atau RDMP Balikpapan bakal mulai dibangun pada akhir 2018. Operasi RDMP Balikpapan masih sesuai dengan target yakni, pada 2021.
Surya Rianto | 22 Juni 2018 02:06 WIB
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Pembangunan Refinery Development Master Plan atau RDMP Balikpapan bakal mulai dibangun pada akhir 2018. Operasi RDMP Balikpapan masih sesuai dengan target yakni, pada 2021.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan, perseroan telah merampungkan pembangunan jeti atau pelabuhan pada Ramadan kemarin. Hal itu berarti lahan sudah bersih dan siap melakukan pembangunan.

"Persiapan infrastruktur jeti sudah beres. Nantinya, Jeti itu bakal digunakan untuk membawa barang-barang proses pembangunan," ujarnya pada Kamis (21/6).

Adiatma menuturkan, untuk melakukan groundbreaking pun tinggal menunggu seremoninya saja.

"Menteri ESDM [Energi dan Sumber Daya Mineral] Ignasius Jonan juga sudah meninjau," tuturnya.

Adapun, pada Mei 2018, Pertamina baru mulai melakukan lelang kontraktor untuk pembangunan RDMP Balikpapan.

Direktur Megaproyek, Pengolahan, dan Petrokimia Pertamina Heru Setiawan mengatakan, proses lelang engineering, procurement and construction (EPC) ditargetkan rampung pada Oktober 2018. Ada sekitar, 4 konsorsium yang terlibat dalam lelang tersebut.

"Dari 4 konsorsium itu ada yang terdiri dari kontraktor asing dan campuran dengan BUMN," ujarnya.

Heru pun menyebutkan, untuk investasi di proyek kilang Balikpapan bisa mencapai sekitar US$4 miliar.

"Ya, bisa lah sampai US$4 miliar untuk investasinya," ujarnya.

Selain itu, proses pembangunan kilang balikpapan juga dalam proses untuk persetujuan spin off aset. Nantinya, RDMP Kilang Balikpapan ini bakal menambah kapasitas produksi sebesar 100.000 barel per hari.

RDMP Balikpapan itu nantinya bakal memproduksi kualitas bensin EURO V.

Tag : pertamina, migas
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top